Renungan

Aku mendengar anak sungai merintih bagai seorang janda yang menangis meratapi kematian anaknya dan aku kemudian bertanya, "Mengapa engkau menangis, sungaiku yang jernih?'

Dan sungai itu menjawab, 'Sebab aku dipaksa mengalir ke kota tempat Manusia merendahkan dan mensia-siakan diriku dan menjadikanku minuman-minuman keras dan mereka memperalatkanku bagai pembersih sampah, meracuni kemurnianku dan mengubah sifat-sifatku yang baik menjadi sifat-sifat buruk."

Dan aku mendengar burung-burung menangis, dan aku bertanya, "Mengapa engkau menangis, burung-burungku yang cantik?"

Dan salah satu dari burung itu terbang mendekatiku, dan hinggap di ujung sebuah cabang pohon dan berkata, "Anak-anak Adam akan segera datang di ladang ini dengan membawa senjata-senjata pembunuh dan menyerang kami seolah-olah kami adalah musuhnya. Kami sekarang terpisah di antara satu sama yang lain, sebab kami tidak tahu siapa di antara kami yang bisa selamat dari kejahatan Manusia. Ajal memburu kami ke mana pun kami pergi."

Kini, matahari terbit dari balik puncak pergunungan, dan menyinari puncak- puncak pepohonan dengan rona mahkota. Kupandangi keindahan ini dan aku bertanya kepada diriku sendiri, 'Mengapa Manusia mesti menghancurkan segala karya yang telah diciptakan oleh alam?'

Puisi karya : Khalil Gibran
Label: 5 komentar | edit post
Reaksi: 
Festival Sepeda Onthel Nusantara II


Festival Sepeda Onthel Nusantara II, yang merupakan  Pesta akbar bagi para penggemar Sepeda Onthel atau sepeda Tua kembali akan digelar di Kota Cirebon. Kegiatan “Festival Sepeda Onthel Nusantara II“ akan digelar dari tanggal 1 hingga 2 Oktober 2011 yang dipusatkan di Pelataran Gedung Negara di Kota Udang ini. Kegiatan Festival ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin sekaligus ajang silahturahmi antar sesama penggemar Onthel dari berbagai daerah di seluruh wilayah Indonesia. Bagi anda para penggemar sepeda onthel, ayo bergabung, jangan sampai ketinggalan.

Berikut dokumentasi Festival Onthel Nusantara I yang diambil dari berbagai sumber :

 
 
   
 
367RZF48XNGX
2 komentar | edit post
Reaksi: 
Humor Ramadhan

Siang menjelang sore yang terik di bulan Ramadhan ini, sambil menahan lapar dan dahaga, seorang pendengar asyik mendengarkan suara penyiar Radio KuMan AIDS FM yang lembut mendayu...  Setelah menikmati beberapa buah lagu, kemudian ia pun menghubungi penyiar radio tersebut, lalu terjadilah percakapan sebagai berikut :


Pendengar : Hello Radio KuMan AIDS FM…?

Penyiar     : Betul, dengan siapa, dimana?

Pendengar : Saya Yoyok, boleh request nggak ?

Penyiar     : Oh boleh... mau request apa Mas ?

Pendengar : Tolong putarkan Adzan Maghrib Mbak!! Dah lapar nih..

Penyiar     :  #&*$% … κΰM∂ŋ  ∂iĐς...????
Label: , , , , 10 komentar | edit post
Reaksi: 
Pagi Ramadhan

Mencintaimu duhai pagi Ramadan,
adalah cinta semesta pada Tuhannya.
Sujud simpuh, zikir, dan tafakur
belum mampu menggenapi kasih-Nya.

Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
                     
Label: , , 0 komentar | edit post
Reaksi: 
Taman Nasional Gede Pangrango
Iseng buka-buka file lama punya KuMan AIDS. Baru sadar kalau masih ada file yang belum di-upload di blog ini... File apa ya... Yuk kita lihat bareng-bareng....




Mandalawangi - Pangrango

Senja ini,

Ketika matahari turun ke dalam jurang-jurangmu
Aku datang kembali
Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu

Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima daku

Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta

Malam itu,
Ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua

Hidup adalah soal keberanian
Menghadapi yang tanda tanya
Tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
Terimalah dan hadapilah

Dan antara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara
Aku terima ini semua
Melampaui batas-batas hutannmu

Aku cinta padamu Pangrango
Karena aku cinta pada keberanian hidup


Dan inilah file yang dimaksud....












Pekan Lingkungan Indonesia 2011


Kunjungi Pekan Lingkungan Indonesia 2011, tanggal 1-5 Juni 2011 di parkir timur Senayan. Semoga kita semua bisa menambah pengetahuan dan bersama-sama dapat menjaga lingkungan sekitar kita.
Lumpur Sidoarjo
Tak terasa, lima tahun sudah semburan Lumpur Sidoarjo berlangsung. Semburan Lumpur Lapindo pertama kali menyembur pada tanggal 29 Mei 2006 di Desa Renokenongo, Sidoarjo. Semburan yang telah berlangsung lima tahun itu telah menghancurkan perekonomian rakyat Porong, Jabon dan Tanggulangin. Selama itu pula, banyak persoalan yang belum tuntas. Mulai dari ganti rugi, hingga genangan lumpur yang semakin meluas. Bahkan hingga hari ini, warga yang menjadi korban, masih melakukan unjuk rasa meminta ganti rugi yang sampai saat ini terkatung-katung dan tidak jelas.

Semburan yang diduga terjadi karena adanya underground blowout dari Pemboran Sumur Eksplorasi Banjar Panji (BJP)-1 milik PT Lapindo Brantas Inc. (PT LBI) ini, telah menenggelamkan empat desa, yaitu Kedungbendo, Siring (Timur), Jatirejo (Timur) dan Renokenongo, serta menempatkan sembilan desa lainnya dalam zona bahaya. Lumpur yang keluar setiap harinya diperkirakan sekitar 5.000 hingga 50 ribu meter kubik perhari (setara dengan muatan penuh 690 truk peti kemas berukuran besar). Material semburan ditampung dalam tanggul dengan keliling sekira 23 km, tinggi hingga 6 meter dan menutupi area seluas sekitar 800 hektar. Di dalam tempat penampungan ini terdapat 232 titik bubble (seperti terlihat pada video di bawah ini saat kawan-kawan KuMan AIDS mampir di kawasan Lumpur Lapindo saat perjalanan pulang dari Kota Malang, beberapa tahun yang lalu).



Dengan tenggelamnya empat desa dan terusirnya puluhan ribu orang dari rumah mereka, bukan saja telah menimbulkan persoalan ekonomi, tetapi juga perpindahan karena terpaksa (forced migration) yang merupakan bencana kultural yang luar biasa, karena korban meninggalkan sejarah, cara hidup dan berinteraksi satu sama lain. Bencana lumpur juga mencerabut mereka secara paksa dari jejaring sosial tempat mereka selama ini mengidentifikasikan dirinya.

Karena runtuhnya pijakan sosial kultural bersama yang selama ini menyatukan mereka, korban Lumpur menjadi rapuh dan kehilangan kohesi sosial. Hilangnya sejarah, moda hidup dan interaksi sosial ini turut menjadi katalisator parahnya fragmentasi sosial yang akhir-akhir ini terjadi.

Saat ini jauh lebih penting menangani para korban, daripada berdebat soal pemicu yang tak ada kejelasan. Akhirnya kita hanya dapat berdoa, agar musibah Lumpur Sidoarjo ini dapat segera berakhir.
31 May : World No Tobacco Day


Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2011
 “Kematian akibat terorisme sejak tahun 2001 =  11.377 orang. Kematian akibat tembakau sejak tahun 2001 = 30.000.000 orang”.



Mungkin dari kita semua, hanya sedikit yang tahu dan masih ingat jika tanggal 31 Mei nanti merupakan Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day. Bagi banyak orang Hari Tanpa Tembakau Sedunia merupakan tantangan untuk menciptakan masyarakat yang benar-benar bebas dari tembakau, tetapi ada juga yang menganggapnya sebagai upaya yang sia-sia. Terlepas dari itu semua, Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO pada bulan Januari 2011, telah memilih 'WHO Framework Convention on Tobacco Control' sebagai tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2011.


DYNO 70+5

Siang itu (lebih dari satu bulan yang lalu) terdengar tanda pesan masuk di ponselku. Sejenak aku melirik ke arah ponselku yang saat itu berada di atas meja, lalu aku raih ponsel itu. Aku baca isi pesannya : “Selamat produk Anda terpilih dalam program memorabilia eiger quest. Silakan kirimkan alamat Anda, dan akan kami konfirmasikan kembali untuk penukaran barangnya. Informasi pemenang ada di fb fans eiger. Terimakasih (Isha Rubiana Eiger).


  

Selang setengah jam kemudian terdengar nada panggilan masuk. Setelah mengucap salam, dari balik sana terdengar suara merdu dari seseorang, ternyata dari Isha Rubiana – Marketing Eiger Cihampelas Bandung. Dia mengkonfirmasi ulang dari SMS-nya yang telah dikirim sebelumnya.

Ada perasaan berat juga saat harus melepas tas carrier/rucksack yang sudah setia menemani kemana aku pergi. Ya.. carrier itu sudah menemani aku ke banyak tempat, antar lain ke puncak Gunung Ciremai, Gunung Slamet, Gunung Gede, Gunung Cikuray atau sekedar camping di Cibunar, Palutungan, Apuy, Argalingga, Telaga Sunyi Baturaden, Penggaron Ungaran, Panjalu Ciamis, Rancaupas dalam Jambore Petualang Indonesia bersama Host dan Fans Jejak Petualang dan banyak tempat lain. Itulah alasan mengapa hampir satu bulan aku belum juga menukarkan carrier lama dengan yang baru. Setelah hampir 15 tahun berpetualang, mungkin memang sudah saatnya carrier ini istirahat. Biarlah semua itu menjadi kenangan.

Dan kulangkahkan juga kaki ini ke Eiger Gramedia Grage Mall untuk melihat calon carrier baruku. Di sana aku langsung disambut Ika Riana yang langsung bertanya “Jadi Mas nuker tasnya?”. Rupanya dia masih ingat waktu aku tanya-tanya tentang carrier sebelum aku ikut program Memorabilia Eiger Quest. Dan akhirnya kurelakan carrierku itu untuk menjadi Memorabilia dan dipajang di New Eiger Adventure Store Bandung. Toh kalau aku kangen, aku masih bisa lihat di Bandung.

 

Dan sebagai gantinya adalah carrier Dyno 70 + 5 liter. Dengan dimensi : 24 x 34 x 88 cm, bahan Cordura 500D - Cordura 1000D, technology : Ergo Dyno Back System With U Frame & Ergonomic Flexy Accessed Shoulder Straps dan Feature : - Top Loaded with 2 back pocket with Rain Cover accessed - Front Pocket with zipper - 2 Side Pocket - Ice Axe Strap - Sleeping bag Compartment & Additional front loaded compartment - 4 Side Straps Adjuster - Color : - Granite-Black - 2 Strong Handles with 50 mm Nylon Webbing.

Terima kasih untuk Eiger, Isha Rubiana dan Ika Riana.

Ayo Dyno.... sekarang giliranmu.... ajak aku berpetualang ke banyak tempat... Ayo siapa mau ikut......
Layanan Informasi Gempa


Beberapa waktu yang lalu, gempa sempat menggoyang Cirebon dan kota-kota lainnya di Jawa. Ternyata dari sekian banyak update status informasi gempa banyak yang tidak tahu dari mana asal goyangan alamiah itu berasal. Hal ini tak akan terjadi seandainya kita telah berlangganan informasi gempa. Jadi kita dapat menginformasikan kepada khalayak ramai akan kejadian tersebut secara cepat dan akurat. 

Bagaimana sih caranya agar dapat dengan segera mendapat informasi gempa tersebut. Caranya mudah, kita dapat berlangganan informasi gempa diseluruh dunia secara real time.  Berikut ini adalah cara berlangganan informasi gempa melalui internet.

Silahkan masuk ke situs resmi informasi bencana alam milik pemerintah Amerika , dan pilih opsi Atom Feed seperti di bawah ini


Atau untuk lebih mudahnya, anda bisa langsung mengarahkan browser Anda ke http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/catalogs/1day-M2.5.xml maka akan muncul, seperti di bawah ini.  Kemudian klik Subscribe Now



Kemudian arahkan bookmark ke toolbar dan / atau berikan nama, lalu klik Subcribe 



Setelah subcribe berhasil, maka akan muncul folder RSS informasi gempa harian di seluruh dunia pada toolbar Anda. Bila diperlukan klik saja folder tersebut, maka akan muncul sederet informasi gempa. Pilih lokasi gempa yang hendak diketahui.   

 

Selanjutnya akan muncul halaman informasi secara komprehensif tentang kejadian gempa yang terjadi di dunia.



Selamat berbagi informasi. 


Hari Bumi

 

Selama lebih dari 40 tahun, Hari Bumi (tanggal 22 April) telah menginspirasi dan memobilisasi individu dan organisasi di seluruh dunia untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap perlindungan lingkungan yang berkelanjutan.
Everyday Ways You Can Help Clean Up The Earth… We All Can
Ya inilah Tip Hijau untuk kita semua… 

Kita Semua Bisa
  • Menanam sebatang pohon.
  • Adakan “Hari Menanam Pohon” minimal setahun sekali. Hilangnya pohon karena berbagai sebab memberikan dampak terhadap hubungan antara manusia dengan lingkungan, karena pohon-pohon menyerap CO2 dan mengeluarkan oksigen. Ikutilah kegiatan penghijauan. Pohon yang Anda tanam merupakan bagian dari keluarga besar yang disebut ‘lingkungan’ dan akan memberikan dampak positif pada masa-masa yang akan datang.
  • Hormatilah lingkungan alami.
  • Kagumilah keindahan alam dan sekitarnya. Jangan petik bunga di kawasan yang dilindungi atau mengambil tanaman langka untuk ditanam di rumah.
  • Apresiasilah suara-suara alam.
  • Bila Anda mengunjungi suatu kawasan perlindungan burung,  jangan ganggu aktivitas mereka dengan keributan suara berisik Anda atau bunyi radio/tape recorder Anda.
  • Bantulah memelihara agar jalan-jalan raya dan jalan tol senantiasa ‘hijau’.
  • Jangan mematahkan dahan-dahan pohon untuk memberi tanda mobil Anda yang sedang mogok. Pergunakan tanda segitiga, bukan dengan dahan kayu.
  • Perlihatkan keperdulian, perlindungan dan rasa hormat Anda pada lingkungan, kendati kita jauh dari rumah. Sebarluaskan pesan-pesan mengenai lingkungan kepada teman-teman dan kerabat dan saudara-saudara Anda. Ini merupakan suatu usaha kecil yang sangat berarti bagi pelestarian lingkungan.
Angkat Bicara untuk Lingkungan
  • Banyak sekali kemajuan yang dicapai gerakan lingkungan karena adanya ‘suara’ dari masyarakat. Tulislah surat ke DPR atau koran lokal dan nasional mengenai isu lingkungan yang menjadi ketertarikan Anda.
  • Anda pun dapat mendukung ke arah perubahan yang lebih baik melalui “suara” dan “himbauan” Anda, baik kepada sesama teman maupun pada pihak yang berwenang.
  • Buatlah kampanye mengenai sistem transportasi yang lebih baik dan ketersediaan fasilitas daur ulang untuk membantu menanggulangi sebagian dari masalah lingkungan.
  • Jadilah anggota organisasi lingkungan, mereka sangat membutuhkan dukungan Anda.
  • Gunakan lebih sedikit atau pakailah berulangkali dan himbaulah teman dan kerabat Anda untuk hal yang sama karena sumber daya alam kita yang sangat berharga.
  • Sebarluaskan pesan mengenai lingkungan di antara teman dan kerabat Anda!
Mudah bukan…. pokoknya kita semua bisa melakukan itu….
EARTH HOUR 2011 (Thank You)



Earth Hour 2011

Label: , , , , , , , 0 komentar | edit post
Reaksi: 
Mendaki Gunung (Part-2)

Makan
   
Kadang kita meremehkan sarapan pagi, karena malas atau ingin cepat-cepat jalan,  kadang kita memasak makanan pagi seadanya, cukup mie instant atau makan beberapa potong biskuit saja. Justru di pagil hariah kita harus makan besar, nasi dengan segala lauk pauknya jejalkan ke perut. Karena pagi disaat kita mulai melakukan pendakian kita butuh tenaga atau energi yang semuanya diperoleh dari karbohidrat (nasi, havermut, kentang, mie). Kalau makan seadanya, maka badan akan lemas dan kita tidak cukup kuat untuk mendaki. 

Makan besar kita  buat lagi ketika makan siang, untuk menggantikan energi yang habis terbakar selama pendakian setengah hari. Selama pendakian, daripada ngelamun jorok lebih baik ngemil. Cemilan bisa berupa permen, biskuit, pisang, dodol, gula merah, kacang-kacangan, coklat dan sebagainya. Makanan kecil ini mampu menambah energi dan semangat.

Bila malam tiba, maka waktu memasak lebih leluasa, kita bisa berkreasi  untuk memasak makan malam. Namun utamakan memasak makanan yang mengandung protein seperti ikan, ayam dan telur.  Protein ini dibutuhkan untuk mengganti sel-sel yang rusak akibat aktifitas pendakian seharian.
   
Malam hari kita tidak butuh tenaga  besar, karena selesai masak kita akan tidur, kecuali kalau memang mau ronda di gunung. Karena tidak butuh tenaga, maka kurangi makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, kentang dan lain-lainya. Karena tubuh tak bergerak, karbohidrat yang tidak terbakar sehingga akan menjadi lemak. Kecuali memang kita memang punya perut melayu, belum makan, kalau tidak makan nasi, maka silahkan saja makan nasi sampai gembul. 
   
Melangkah

Berjalanlah perlahan dengan langkah pendek ketika menyusuri trek yang menanjak. Lebih baik jalan perlahan, sedikit istirahat dengan jarak tempuh yang panjang/jauh, daripada jalan cepat dengan jarak tempuh pendek dan berulangkali beristirahat. Berjalan perlahan, berguna untuk membiasakan otot dan jantung bekerja dengan stabil dan tidak mengagetkan. Kalau kita masih bisa ngobrol dengan temen seperjalanan kita, berarti kita berjalan dengan baik karena nafas tidak memburu. Berjalan cepat, bisa mengakibatkan otot jantung kaget dan otot kaki atau perut bisa kram.



Pilihlah jalan yang datar, lebih baik jalan memutar sedikit daripada memilih trek terjal mendaki. Selain lebih aman, juga tidak membuat kaget dan lelah otot kaki. Pilih pijakan kaki yang tidak tinggi. Memilih pijakan tinggi apalagi dengan menggunakan tangan untuk menarik badan kita memang akan cepat mencapai ketinggian, namun percayalah cara ini akan membuat tenaga anda cepat terkuras dan cepat lelah. Tidak masalah kalau anda mempunyai fisik prima dan sering berlatih, tenaga akan cepat pulih. Namun bagi yang tidak mempunyai fisik prima, akan lemas, tidak bertenaga, lama pulih dan bisa jadi pusing, mata berkunang-kunang dan kaki bisa kram.
   



Cermat memilih pijakan di tanah, hati-hati dengan akar yang keluar dari tanah atau menyilang di tengah trek, biasanya akar licin membuat kita tergelincir ketika di injak. Akar pohon, batu berlumut atau yang labil dan mudah bergeser lebih baik dihindari, tidak usah diinjak. Perhatikan dan konsentrasi penuh ketika meniti batang pohon, gesek-gesek dahulu telapak sepatu ke batu atau kayu untuk melepaskan tanah dan lumpur yang menempel, agar telapak tidak licin. Pastikan kayu yang akan kita injak atau kita raih kuat dan tidak rapuh atau mudah patah.
   
Kencangkan ikatan ransel di punggung, jangan sampai ransel bergoyang kekiri atau ke kanan yang hanya akan mengurangi keseimbangan ketika kita melangkah meniti sebatang kayu. Bebaskan kedua tangan dari barang apapun, kedua tangan nantinya akan kita gunakan untuk keseimbangan.
   
Pilih pijakan dengan benar di batang pohon, pastikan kita tidak menginjak bagian berlumut. Melangkahlah dengan tenang, tidak usah tergesa, konsentrasi penuh, perlahan namun pasti kita bergerak maju selangkah demi selangkah.
   
Ketika memanjat dinding tanah yang terjal, pilih tumpuan  dengan benar, kalau menginjak batu pastikan batu tersebut kuat dan tidak rapuh, kalau tidak ada batu, kita tendang-tendang tanah hingga berlobang sebagai pijakan.

Untuk pegangan hati-hati bila menggapai batang pohon, pastikan kuat dan tidak mudah tercabut akarnya. Jangan pegang tumbuhan berduri dan batang pohon mati, karena sebesar apapun batang pohon mati, kemungkinan besar rapuh dan mudah patah. Bila batang pohon atau batu tersebut dirasakan kuat, kita bisa mulai memanjat perlahan. 
   
Bermalam

Pilihlah tempat mendirikan tenda yang nyaman dan aman. Jangan diatas bebatuan tajam, jangan diatas tumbuhan duri, jangan di lokasi aliran air, jangan dibawah pohon besar yang mati, jangan di badan sungai, jangan merapat dinding batu atau tanah yang rapuh. Buatlah parit di sekeliling tenda untuk menghindari aliran air hujan  masuk tenda. Kencangkan kuat-kiat semua tali tenda, agar tenda berdiri kokoh dan dinding tenda tidak menampung air hujan.
   
Setelah tenda berdiri kokoh dan kuat, ganti semua pakain basah dengan pakaian kering. Sekarang silahkan masak memasak, kemudian tidur nyenyak, memulihkan tenaga untuk pendakian keesokan harinya. 
   
(selesai)


-->


Mendaki Gunung (Part-1)
Seringkali kita bingung saat akan mengadakan pendakian gunung. Perbekalan dan peralatan apa saja sih yang mesti kita bawa? Pada prinsipnya, semakin lengkap perbekalan dan peralatan yang kita bawa dalam ransel semakin baik. Artinya kita akan merasa nyaman dan aman selama mendaki gunung. Tidak akan kelaparan karena kekurangan makanan dan minuman, tidak akan kedinginan saat malam hari, dan di dalam tenda kita dapat tidur dengan nyenyak karena terhindar dari hujan lebat atau udara dingin yang menusuk tulang.

Perbekalan

Untuk mempermudah menyusun perlengkapan yang harus dibawa, kita bisa urutkan dari atas kepala seperti topi rimba atau balaklava untuk menghangatkan kepala, syal untuk menahan dingin pada bagian leher, untuk bagian badan kita bawa kaos, sweeter, raincoat / jaket, kaos tangan dan jam, sedangkan bagian pinggul ke bawah, celana panjang / pendek, celana dalam dan bagian kaki kaos kaki, sepatu dan sandal.

Jangan lupa juga bawa tenda untuk berteduh dari panas atau hujan dan agar kita dapat beristirahat dengan tenang. Agar kita bisa tidur dengan hangat kita bisa gunakan sleeping bag, jangan bawa selimut tebal yang hanya akan memberatkan dan menghabiskan ruang di ransel. Jangan lupa juga bawa matras,  agar sleeping bag tidak langsung bersentuhan dengan tanah yang dingin.
   
Karena d
i hutan atau gunung sudah pasti tidak ada rumah makan atau warung baso, maka segala kebutuhan makan dan minum harus kita bawa sendiri. Kalau perjalanan pendek kita tidak perlu bawa alat masak seperti kompor. Namun kalau perjalanan panjang 2-3 hari atau lebih, alangkah baiknya kalau kita bawa alat masak, agar kita bisa memasak dan meramu makanan  sesuai selera kita.
   
Perlengkapan lain yang wajib kita bawa adalah alat komunikasi seperti walkie talkie, hp gsm atau hp satellite, kemudian bawa GPS dan peta.  Alat ini berguna bila terjadi keadaan darurat, maka kita tetap bisa berhubungan dengan orang lain, menginformasikan kondisi dan keberadaan kita.
   



Namun, banyaknya barang yang kita bawa dalam ransel mengakibatkan konsekuensi lain, ransel menjadi berat dan akan membebani pendakian kita. Jadi bawalah ransel dan isinya sesuai kemampuan kita.  Karena ransel yang berat tidak hanya akan membebani kita, namun juga membuat gerak kita lambat dan tenaga cepat terkuras. Akibatnya kita akan lemas, banyak keluar keringat dan bisa mengakibatkan dehidrasi. Bagilah barang bawaan dengan rekan seperjalanan, jika kita bawa tenda, biar teman lain bawa alat masak.

Packing
   
Kita bisa menyeleksi ulang barang bawaan kita, meninggalkan atau mengurangi jumlah barang yang dirasa tidak penting seperti mengurangi pakaian cadangan, karena kita tidak akan sering berganti pakaian di gunung. Pakaian cadangan biasanya di gunakan bila pakaian kita basah. Jadi kalau hanya mendaki 2-3 hari, bawalah satu set pakaian cadangan yang terdiri, satu kaos, satu celana panjang/pendek,  dua  celana dalam. Jangan terlalu banyak membawa makanan dan minuman kaleng. Bawalah makanan yang dibungkus dalam kemasan plastik atau kertas. 



Taruh pelengkapan tidur kita, seperti sleeping bag, matras di bagian bawah ransel, karena peralatan tersebut paling akhir kita pakai. Kemudian taruh di atasnya peralatan masak, bahan makanan, dan yang paling atas adalah minuman dan makanan kecil agar mudah kita raih dan makan.
   
Kemudian letakan di bagian atas ransel raincoat agar ketika hujan mudah kita kenakan. Dan juga sweater dan satu potong pakaian kering. Ketika kita istirahat untuk makan siang, kita bisa mengganti pakaian basah dengan pakain kering,  kemudian kita pake sweater agar badan kita tetap hangat.
   
Hati-hati dengan barang bawaan berupa elektronik seperti jam, camera digital, camcorder, hp, walkman, radio, cd player dan lain dari hujan. Masukan dalam plastik kedap air semua peralatan ini, kalau pelican brief case terlalu mahal, kita bisa memakai box lock and lock yang murahan namun kedap udara apalagi air.
   
Bila kita tidak ingin kehilangan momen selama pendakian, gantung camera digital atau camcorder di bahu kita, atau di tempat yang mudah dijangkau, namun jangan lupa siapkan plastik untuk jaga-jaga kalau hujan turun.

Perjalanan

Ketika mendaki gunung pakailah sepatu. Lebih bagus lagi kalau sepatu khusus untuk mendaki gunung atau hiking, yang didisain melindungi kaki maksimal dengan telapak atau sol yang mampu menapak lebih baik di tanah. Sepatu juga melindungi kaki dari cedera karena terkilir atau dari benda tajam.  Memakai sandal gunung atau sandal jepit sangat beresiko, kaki tidak terlindung dari batu dan kayu tajam, licin dan tidak nyaman di telapak kaki. Sayangilah kakimu, karena dengan kaki yang sehat, kuat dan tidak sakitlah kita bisa menikmati gunung dengan segala keindahannya.

Kegiatan mendaki gunung adalah aktifitas yang berat, butuh tenaga dan konsentrasi tinggi untuk mengikuti kegiatan ini. Persiapkan badan dengan baik bila mau mendaki gunung. Berolah-raga beberapa minggu sebelum pendakian adalah persiapan terbaik, agar otot terlatih dan daya tahan badan kuat untuk  menghadapi deraan fisik yang melelahkan.



Selama air mudah didapat dalam pendakian, minumlah air sebanyak-banyaknya. Dalam keadaan normal saja manusia butuh minum 2-3 liter air sehari, apalagi ketika mendaki yang berat, pastinya harus lebih banyak. Karena beratnya aktifitas fisik pastinya banyak mengeluarkan keringat, maka kita harus gantikan, kalau tidak maka kepala pusing dan tubuh dehidrasi (keadan kekuarangan cairan). Kondisi ini akan melelahkan bagian organ tubuh lainnya dan kita akan jatuh sakit.  Resikonya bukan hanya teracam batalnya pendakian, namun mengancam jiwa pendaki yang sakit



-->


  • CO2 in Atmosphere



    Followers