Showing posts with label Artikel. Show all posts
Showing posts with label Artikel. Show all posts
MERBABU
Lewat Jalur Selo... Slow Wae...
Terkenal dengan pemandangannya yang sangat indah dan menakjubkan, membuat Gunung Merbabu menjadi salah satu tujuan favorit para pendaki gunung. Gunung Merbabu memiliki panorama dengan perpaduan jejeran pinus, lebatnya hutan, padang rumput yang luas, dan terkadang lautan awan di puncaknya.
Gunung Merbabu yang puncaknya berada di ketinggian 3142 mdpl ini memiliki beberapa jalur pendakian yang bisa kita dipilih. Salah satu diantaranya adalah jalur pendakian melalui Basecamp Selo. Selo sendiri merupakan sebuah Kecamatan di Boyolali. Sedangkan basecamp Selo terletak di Dukuh Genting, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.
Setelah selesai memeriksa perlengkapan dan perbekalan masing-masing, serta tak lupa mengurus Simaksi, maka dimulailah pendakian tim kami yang terdiri dari Ridho, Febri, Tomas, Harry, Winardi Fathurohman, Hasanudin dan Agung Cahyo.
BASECAMP ~ POS 1 (DOK MALANG)
Dalam perjalanan dari Basecamp menuju Pos 1 kita akan disambut oleh barisan pohon pinus yang indah. Kita bisa dengan santai menikmati barisan pinus yang rapih karena jalan yang dilalui terbilang landai. Ditengah perjalanan biasanya kita akan berjumpa dengan kawanan monyet ekor panjang. Sebaiknya kita waspada karena kawanan monyet ini sering mengincar makanan yang bisa mereka ambil.
Setelah puas membelah jejeran pinus dan sejuknya hutan, kita akan sampai di Pos 1. Perjalanan cukup memakan waktu karena jaraknya yang cukup panjang. Pos 1 ini juga biasa disebut dengan Dok Malang.
POS 1 (DOK MALANG) ~ POS 2 (PANDEAN)
Menuju Pos 2, jalur yang dilalui masih cukup landai berupa tanah padat. Kali ini kita melalui berbagai tanaman yang tumbuh cukup rapat. Kita akan melewati Pos Bayangan yang biasa disebut Simpang Macan. Di perjalanan sesekali kita melalui tanjakan yang cukup tajam, sebelum akhirnya kita sampai di Pos 2 atau Pos Pandean.
Vegetasi di Pos 2 ini berupa peralihan dari hutan hujan pegunungan ke hutan hujan sub alpin. Karena letaknya di tengah hutan, maka pemandangan sekitar Pos 2 terhalang tumbuhan yang ada di sana.
POS 2 (PANDEAN) ~ POS 3 (WATU TULIS)
Perjalanan dari Pos 2 ke Pos 3 agak berbeda, jalanan mulai menanjak. Vegetasi mulai terbuka dan keluar dari rimbunnya hutan. Pendaki mulai bisa menyaksikan pemandangan berupa lembah pegunungan di kejauhan dan bunga edelweis yang tumbuh di lereng gunung.
Setelah melewati medan pendakian yang menanjak, terbuka dan berdebu, tak lama kemudian kita sampai di Pos 3. Pos 3 ini dikenal juga dengan sebutan Pos Watu Tulis. Dari sini dengan jelas kita dapat melihat Gunung Merapi di kejauhan.
POS 3 (WATU TULIS) ~ POS 4 (SABANA 1)
Perjalanan dari Pos 3 ke Pos 4 ini boleh dibilang merupakan medan yang terberat dalam pendakian lewat jalur Selo ini. Boleh jadi karena di sini kita akan berjalan mendaki dengan kemiringan yang cukup ekstrim.
Jalur yang dilewati berupa tanah merah yang sangat berdebu dan licin. Setelah melewati jalan menanjak yang cukup melelahkan ini, kita akan sampai di Pos 4 atau Pos Sabana 1. Di Pos Sabana 1 ini biasanya pendaki mendirikan tenda untuk menyaksikan sunset.
POS 4 (SABANA 1) ~ POS 5 (SABANA 2)
Perjalanan menuju Pos 5 berkelok-kelok serta naik dan turun bukit. Namun sejauh mata memandang akan tampak warna hijau rerumputan yang menghiasi punggung perbukitan. Tak berapa lama kita akan sampai di Pos 5 atau Pos Sabana 2. Di Pos Sabana 2 ini juga banyak Pendaki yang mendirikan tenda. Kali ini kami mendirikan tenda di Pos Sabana 2 ini.
POS 5 (SABANA 2) ~ PUNCAK
Biasanya pendaki baik dari Sabana 1 maupun Sabana 2 memulai perjalanan ke puncak pukul 03 atau pukul 04 pagi. Mereka berpacu dengan waktu untuk menuju puncak Kenteng Songo. Mereka memburu sunrise di puncak Merbabu.
Jalan menuju puncak begitu terbuka, sehingga angin akan sangat leluasa menjamah tubuh kita. Udara sangat dingin, untuk itu siapkan pakaian hangat. Jika anda tiba sebelum matahari terbit, anda akan menyaksikan keindahan sunrise di Puncak Merbabu
Merbabu sendiri memiliki lebih dari satu puncak. Puncak Merbabu yang terkenal diantaranya Puncak Syarif (3119 mdpl), Puncak Triagulasi (3142 mdpl) dan Puncak Kenteng Songo (3142 mdpl). Dari puncaknya kita dapat memandang gunung-gunung di sekitarnya yang sangat indah.
Ada sepenggal cerita yang didapat mengenai Kenteng Songo. Di Puncak Merbabu ini terdapat beberapa buah watu kenteng (batu berlubang seperti lumpang). Jika dilihat watu kenteng itu berjumlah 4 (empat) buah. Konon jika dilihat secara mata ghoib, jumlah watu kenteng itu berjumlah 9 (sembilan). Makanya puncak ini diberi nama Kenteng Songo.
Terlepas dari berbagai misteri yang ada, Gunung Merbabu memang menghadirkan keindahan yang akan selalu terkenang di dalam kalbu.
Lewat Jalur Selo... Slow Wae...
Terkenal dengan pemandangannya yang sangat indah dan menakjubkan, membuat Gunung Merbabu menjadi salah satu tujuan favorit para pendaki gunung. Gunung Merbabu memiliki panorama dengan perpaduan jejeran pinus, lebatnya hutan, padang rumput yang luas, dan terkadang lautan awan di puncaknya.
Gunung Merbabu yang puncaknya berada di ketinggian 3142 mdpl ini memiliki beberapa jalur pendakian yang bisa kita dipilih. Salah satu diantaranya adalah jalur pendakian melalui Basecamp Selo. Selo sendiri merupakan sebuah Kecamatan di Boyolali. Sedangkan basecamp Selo terletak di Dukuh Genting, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.
Setelah selesai memeriksa perlengkapan dan perbekalan masing-masing, serta tak lupa mengurus Simaksi, maka dimulailah pendakian tim kami yang terdiri dari Ridho, Febri, Tomas, Harry, Winardi Fathurohman, Hasanudin dan Agung Cahyo.
BASECAMP ~ POS 1 (DOK MALANG)
Dalam perjalanan dari Basecamp menuju Pos 1 kita akan disambut oleh barisan pohon pinus yang indah. Kita bisa dengan santai menikmati barisan pinus yang rapih karena jalan yang dilalui terbilang landai. Ditengah perjalanan biasanya kita akan berjumpa dengan kawanan monyet ekor panjang. Sebaiknya kita waspada karena kawanan monyet ini sering mengincar makanan yang bisa mereka ambil.
Setelah puas membelah jejeran pinus dan sejuknya hutan, kita akan sampai di Pos 1. Perjalanan cukup memakan waktu karena jaraknya yang cukup panjang. Pos 1 ini juga biasa disebut dengan Dok Malang.
POS 1 (DOK MALANG) ~ POS 2 (PANDEAN)
Menuju Pos 2, jalur yang dilalui masih cukup landai berupa tanah padat. Kali ini kita melalui berbagai tanaman yang tumbuh cukup rapat. Kita akan melewati Pos Bayangan yang biasa disebut Simpang Macan. Di perjalanan sesekali kita melalui tanjakan yang cukup tajam, sebelum akhirnya kita sampai di Pos 2 atau Pos Pandean.
Vegetasi di Pos 2 ini berupa peralihan dari hutan hujan pegunungan ke hutan hujan sub alpin. Karena letaknya di tengah hutan, maka pemandangan sekitar Pos 2 terhalang tumbuhan yang ada di sana.
POS 2 (PANDEAN) ~ POS 3 (WATU TULIS)
Perjalanan dari Pos 2 ke Pos 3 agak berbeda, jalanan mulai menanjak. Vegetasi mulai terbuka dan keluar dari rimbunnya hutan. Pendaki mulai bisa menyaksikan pemandangan berupa lembah pegunungan di kejauhan dan bunga edelweis yang tumbuh di lereng gunung.
Setelah melewati medan pendakian yang menanjak, terbuka dan berdebu, tak lama kemudian kita sampai di Pos 3. Pos 3 ini dikenal juga dengan sebutan Pos Watu Tulis. Dari sini dengan jelas kita dapat melihat Gunung Merapi di kejauhan.
POS 3 (WATU TULIS) ~ POS 4 (SABANA 1)
Perjalanan dari Pos 3 ke Pos 4 ini boleh dibilang merupakan medan yang terberat dalam pendakian lewat jalur Selo ini. Boleh jadi karena di sini kita akan berjalan mendaki dengan kemiringan yang cukup ekstrim.
Jalur yang dilewati berupa tanah merah yang sangat berdebu dan licin. Setelah melewati jalan menanjak yang cukup melelahkan ini, kita akan sampai di Pos 4 atau Pos Sabana 1. Di Pos Sabana 1 ini biasanya pendaki mendirikan tenda untuk menyaksikan sunset.
POS 4 (SABANA 1) ~ POS 5 (SABANA 2)
Perjalanan menuju Pos 5 berkelok-kelok serta naik dan turun bukit. Namun sejauh mata memandang akan tampak warna hijau rerumputan yang menghiasi punggung perbukitan. Tak berapa lama kita akan sampai di Pos 5 atau Pos Sabana 2. Di Pos Sabana 2 ini juga banyak Pendaki yang mendirikan tenda. Kali ini kami mendirikan tenda di Pos Sabana 2 ini.
POS 5 (SABANA 2) ~ PUNCAK
Biasanya pendaki baik dari Sabana 1 maupun Sabana 2 memulai perjalanan ke puncak pukul 03 atau pukul 04 pagi. Mereka berpacu dengan waktu untuk menuju puncak Kenteng Songo. Mereka memburu sunrise di puncak Merbabu.
Jalan menuju puncak begitu terbuka, sehingga angin akan sangat leluasa menjamah tubuh kita. Udara sangat dingin, untuk itu siapkan pakaian hangat. Jika anda tiba sebelum matahari terbit, anda akan menyaksikan keindahan sunrise di Puncak Merbabu
Merbabu sendiri memiliki lebih dari satu puncak. Puncak Merbabu yang terkenal diantaranya Puncak Syarif (3119 mdpl), Puncak Triagulasi (3142 mdpl) dan Puncak Kenteng Songo (3142 mdpl). Dari puncaknya kita dapat memandang gunung-gunung di sekitarnya yang sangat indah.
Ada sepenggal cerita yang didapat mengenai Kenteng Songo. Di Puncak Merbabu ini terdapat beberapa buah watu kenteng (batu berlubang seperti lumpang). Jika dilihat watu kenteng itu berjumlah 4 (empat) buah. Konon jika dilihat secara mata ghoib, jumlah watu kenteng itu berjumlah 9 (sembilan). Makanya puncak ini diberi nama Kenteng Songo.
Terlepas dari berbagai misteri yang ada, Gunung Merbabu memang menghadirkan keindahan yang akan selalu terkenang di dalam kalbu.
Anakku....
Tak seorang pun akan menolongmu di dunia ini
Maka jelajahilah puncak-puncak gunung itu, dan kembalilah
Hanya itu yang akan dapat membuatmu perkasa
Anakku...
Ketahuilah bahwa tak seorangpun di dunia ini yang dapat kau sebut sebagai sahabat sejati...
Tidak juga ayahmu, ibumu, bahkan saudara-saudaramu
Tanganmu adalah sahabatmu...
Kakimu adalah sahabatmu...
Rambutmu adalah sahabatmu...
Pandanganmu adalah sahabatmu...
Suatu kali kau harus menghadapi seseorang yang menganggapmu musuh.
Saat kau berhadapan dengan mereka,
kau hanya perlu merasa berani berada tepat di depan wajahnya
Kau harus siap..
bahwa mungkin ia akan merasa sakit atau menang
Saat itu kau harus percayalah..
bahwa sesungguhnya keberanian bukanlah masalah menang atau kalah
Suatu kali pula kau akan berada di tengah mereka yang menderita.
Jangan pernah terlambat untuk membantu mereka...
melebihi dari segala kemampuan yang kau miliki
Kita tak pernah tahu,
bahwa mungkin saja kemanapun kau pergi,
alam akan mendengar mereka bercerita sebuah kisah tentang dirimu.
Oleh karena itu, aku berkata padamu....
"Pilihlah jalan terjal mendaki itu, tapi bukan jalan yang nyaman ini..."
("Petuah Seorang Indian kepada Anaknya" kutipan dari "Going to
The Mountain")
.
Tak seorang pun akan menolongmu di dunia ini
Maka jelajahilah puncak-puncak gunung itu, dan kembalilah
Hanya itu yang akan dapat membuatmu perkasa
Anakku...
Ketahuilah bahwa tak seorangpun di dunia ini yang dapat kau sebut sebagai sahabat sejati...
Tidak juga ayahmu, ibumu, bahkan saudara-saudaramu
Tanganmu adalah sahabatmu...
Kakimu adalah sahabatmu...
Rambutmu adalah sahabatmu...
Pandanganmu adalah sahabatmu...
Suatu kali kau harus menghadapi seseorang yang menganggapmu musuh.
Saat kau berhadapan dengan mereka,
kau hanya perlu merasa berani berada tepat di depan wajahnya
Kau harus siap..
bahwa mungkin ia akan merasa sakit atau menang
Saat itu kau harus percayalah..
bahwa sesungguhnya keberanian bukanlah masalah menang atau kalah
Suatu kali pula kau akan berada di tengah mereka yang menderita.
Jangan pernah terlambat untuk membantu mereka...
melebihi dari segala kemampuan yang kau miliki
Kita tak pernah tahu,
bahwa mungkin saja kemanapun kau pergi,
alam akan mendengar mereka bercerita sebuah kisah tentang dirimu.
Oleh karena itu, aku berkata padamu....
"Pilihlah jalan terjal mendaki itu, tapi bukan jalan yang nyaman ini..."
![]() |
| Dari TNGP |
.
Di awal tahun ini, dimana karena kesibukan yang meningkat berakibat aku jarang online. Tapi tak diduga dan disangka, blog ini malah mendapat kiriman Award Top 10 Creative Blog and Friendship dari sahabtku Gettop. Dan inilah Award yang dimaksud.
Mungkin Award ini memang ditakdirkan dikirim ke blog ini sebagai pengingat bahwa aku akhir-akhir ini memang agak jarang bermain di dunia maya. Bukan sudah tak cinta, tapi semata karena kesibukan. Untuk itu pula aku minta maaf kepada sahabatku Gettop, seandainya aku agak terlambat mengambil dan memasang Award ini
Award ini kembali aku dedikasikan kepada sahabat-sahabatku yaitu :
Kepada sahabat-sahabatku silakan mengambil Award ini. Terima kasih.
Aku mendengar anak sungai merintih bagai seorang janda yang menangis meratapi kematian anaknya dan aku kemudian bertanya, "Mengapa engkau menangis, sungaiku yang jernih?'
Dan sungai itu menjawab, 'Sebab aku dipaksa mengalir ke kota tempat Manusia merendahkan dan mensia-siakan diriku dan menjadikanku minuman-minuman keras dan mereka memperalatkanku bagai pembersih sampah, meracuni kemurnianku dan mengubah sifat-sifatku yang baik menjadi sifat-sifat buruk."
Dan aku mendengar burung-burung menangis, dan aku bertanya, "Mengapa engkau menangis, burung-burungku yang cantik?"
Dan salah satu dari burung itu terbang mendekatiku, dan hinggap di ujung sebuah cabang pohon dan berkata, "Anak-anak Adam akan segera datang di ladang ini dengan membawa senjata-senjata pembunuh dan menyerang kami seolah-olah kami adalah musuhnya. Kami sekarang terpisah di antara satu sama yang lain, sebab kami tidak tahu siapa di antara kami yang bisa selamat dari kejahatan Manusia. Ajal memburu kami ke mana pun kami pergi."
Kini, matahari terbit dari balik puncak pergunungan, dan menyinari puncak- puncak pepohonan dengan rona mahkota. Kupandangi keindahan ini dan aku bertanya kepada diriku sendiri, 'Mengapa Manusia mesti menghancurkan segala karya yang telah diciptakan oleh alam?'
Puisi karya : Khalil Gibran
Siang menjelang sore yang terik di bulan Ramadhan ini, sambil menahan lapar dan dahaga, seorang pendengar asyik mendengarkan suara penyiar Radio KuMan AIDS FM yang lembut mendayu... Setelah menikmati beberapa buah lagu, kemudian ia pun menghubungi penyiar radio tersebut, lalu terjadilah percakapan sebagai berikut :
Pendengar : Hello Radio KuMan AIDS FM…?
Penyiar : Betul, dengan siapa, dimana?
Pendengar : Saya Yoyok, boleh request nggak ?
Penyiar : Oh boleh... mau request apa Mas ?
Pendengar : Tolong putarkan Adzan Maghrib Mbak!! Dah lapar nih..
Label:
Artikel,
Bumi,
Dunia,
Earth,
Environment,
Go Green,
Hari Tanpa Tembakau,
Hijau,
Lingkungan
4
komentar
|
“Kematian akibat terorisme sejak tahun 2001 = 11.377 orang. Kematian akibat tembakau sejak tahun 2001 = 30.000.000 orang”.
Mungkin dari kita semua, hanya sedikit yang tahu dan masih ingat jika tanggal 31 Mei nanti merupakan Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day. Bagi banyak orang Hari Tanpa Tembakau Sedunia merupakan tantangan untuk menciptakan masyarakat yang benar-benar bebas dari tembakau, tetapi ada juga yang menganggapnya sebagai upaya yang sia-sia. Terlepas dari itu semua, Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO pada bulan Januari 2011, telah memilih 'WHO Framework Convention on Tobacco Control' sebagai tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2011.
Label:
Artikel,
Bumi,
Dunia,
Earth,
Environment,
Go Green,
Hari Tanpa Tembakau,
Hijau,
Lingkungan,
Nasional,
Tembakau,
Tobacco,
World No Tobacco Day
4
komentar
|
Beberapa waktu yang lalu, gempa sempat menggoyang Cirebon dan kota-kota lainnya di Jawa. Ternyata dari sekian banyak update status informasi gempa banyak yang tidak tahu dari mana asal goyangan alamiah itu berasal. Hal ini tak akan terjadi seandainya kita telah berlangganan informasi gempa. Jadi kita dapat menginformasikan kepada khalayak ramai akan kejadian tersebut secara cepat dan akurat.
Bagaimana sih caranya agar dapat dengan segera mendapat informasi gempa tersebut. Caranya mudah, kita dapat berlangganan informasi gempa diseluruh dunia secara real time. Berikut ini adalah cara berlangganan informasi gempa melalui internet.
Silahkan masuk ke situs resmi informasi bencana alam milik pemerintah Amerika , dan pilih opsi Atom Feed seperti di bawah ini
Atau untuk lebih mudahnya, anda bisa langsung mengarahkan browser Anda ke http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/catalogs/1day-M2.5.xml maka akan muncul, seperti di bawah ini. Kemudian klik Subscribe Now
Kemudian arahkan bookmark ke toolbar dan / atau berikan nama, lalu klik Subcribe

Setelah subcribe berhasil, maka akan muncul folder RSS informasi gempa harian di seluruh dunia pada toolbar Anda. Bila diperlukan klik saja folder tersebut, maka akan muncul sederet informasi gempa. Pilih lokasi gempa yang hendak diketahui.
Selanjutnya akan muncul halaman informasi secara komprehensif tentang kejadian gempa yang terjadi di dunia.

Selamat berbagi informasi.
Selama lebih dari 40 tahun, Hari Bumi (tanggal 22 April) telah menginspirasi dan memobilisasi individu dan organisasi di seluruh dunia untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap perlindungan lingkungan yang berkelanjutan.
Ya inilah Tip Hijau untuk kita semua…
Kita Semua Bisa
- Menanam sebatang pohon.
- Adakan “Hari Menanam Pohon” minimal setahun sekali. Hilangnya pohon karena berbagai sebab memberikan dampak terhadap hubungan antara manusia dengan lingkungan, karena pohon-pohon menyerap CO2 dan mengeluarkan oksigen. Ikutilah kegiatan penghijauan. Pohon yang Anda tanam merupakan bagian dari keluarga besar yang disebut ‘lingkungan’ dan akan memberikan dampak positif pada masa-masa yang akan datang.
- Hormatilah lingkungan alami.
- Kagumilah keindahan alam dan sekitarnya. Jangan petik bunga di kawasan yang dilindungi atau mengambil tanaman langka untuk ditanam di rumah.
- Apresiasilah suara-suara alam.
- Bila Anda mengunjungi suatu kawasan perlindungan burung, jangan ganggu aktivitas mereka dengan keributan suara berisik Anda atau bunyi radio/tape recorder Anda.
- Bantulah memelihara agar jalan-jalan raya dan jalan tol senantiasa ‘hijau’.
- Jangan mematahkan dahan-dahan pohon untuk memberi tanda mobil Anda yang sedang mogok. Pergunakan tanda segitiga, bukan dengan dahan kayu.
- Perlihatkan keperdulian, perlindungan dan rasa hormat Anda pada lingkungan, kendati kita jauh dari rumah. Sebarluaskan pesan-pesan mengenai lingkungan kepada teman-teman dan kerabat dan saudara-saudara Anda. Ini merupakan suatu usaha kecil yang sangat berarti bagi pelestarian lingkungan.
Angkat Bicara untuk Lingkungan
- Banyak sekali kemajuan yang dicapai gerakan lingkungan karena adanya ‘suara’ dari masyarakat. Tulislah surat ke DPR atau koran lokal dan nasional mengenai isu lingkungan yang menjadi ketertarikan Anda.
- Anda pun dapat mendukung ke arah perubahan yang lebih baik melalui “suara” dan “himbauan” Anda, baik kepada sesama teman maupun pada pihak yang berwenang.
- Buatlah kampanye mengenai sistem transportasi yang lebih baik dan ketersediaan fasilitas daur ulang untuk membantu menanggulangi sebagian dari masalah lingkungan.
- Jadilah anggota organisasi lingkungan, mereka sangat membutuhkan dukungan Anda.
- Gunakan lebih sedikit atau pakailah berulangkali dan himbaulah teman dan kerabat Anda untuk hal yang sama karena sumber daya alam kita yang sangat berharga.
- Sebarluaskan pesan mengenai lingkungan di antara teman dan kerabat Anda!
Mudah bukan…. pokoknya kita semua bisa melakukan itu….
Label:
Air,
Alam,
Artikel,
Dunia,
Earth,
Environment,
Go Green,
Hijau,
Lingkungan,
Pelestarian,
Pohon,
Sungai,
Udara
2
komentar
|
Makan
Kadang kita meremehkan sarapan pagi, karena malas atau ingin cepat-cepat jalan, kadang kita memasak makanan pagi seadanya, cukup mie instant atau makan beberapa potong biskuit saja. Justru di pagil hariah kita harus makan besar, nasi dengan segala lauk pauknya jejalkan ke perut. Karena pagi disaat kita mulai melakukan pendakian kita butuh tenaga atau energi yang semuanya diperoleh dari karbohidrat (nasi, havermut, kentang, mie). Kalau makan seadanya, maka badan akan lemas dan kita tidak cukup kuat untuk mendaki.
Makan besar kita buat lagi ketika makan siang, untuk menggantikan energi yang habis terbakar selama pendakian setengah hari. Selama pendakian, daripada ngelamun jorok lebih baik ngemil. Cemilan bisa berupa permen, biskuit, pisang, dodol, gula merah, kacang-kacangan, coklat dan sebagainya. Makanan kecil ini mampu menambah energi dan semangat.
Bila malam tiba, maka waktu memasak lebih leluasa, kita bisa berkreasi untuk memasak makan malam. Namun utamakan memasak makanan yang mengandung protein seperti ikan, ayam dan telur. Protein ini dibutuhkan untuk mengganti sel-sel yang rusak akibat aktifitas pendakian seharian.
Malam hari kita tidak butuh tenaga besar, karena selesai masak kita akan tidur, kecuali kalau memang mau ronda di gunung. Karena tidak butuh tenaga, maka kurangi makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, kentang dan lain-lainya. Karena tubuh tak bergerak, karbohidrat yang tidak terbakar sehingga akan menjadi lemak. Kecuali memang kita memang punya perut melayu, belum makan, kalau tidak makan nasi, maka silahkan saja makan nasi sampai gembul.
Melangkah
Berjalanlah perlahan dengan langkah pendek ketika menyusuri trek yang menanjak. Lebih baik jalan perlahan, sedikit istirahat dengan jarak tempuh yang panjang/jauh, daripada jalan cepat dengan jarak tempuh pendek dan berulangkali beristirahat. Berjalan perlahan, berguna untuk membiasakan otot dan jantung bekerja dengan stabil dan tidak mengagetkan. Kalau kita masih bisa ngobrol dengan temen seperjalanan kita, berarti kita berjalan dengan baik karena nafas tidak memburu. Berjalan cepat, bisa mengakibatkan otot jantung kaget dan otot kaki atau perut bisa kram.
Pilihlah jalan yang datar, lebih baik jalan memutar sedikit daripada memilih trek terjal mendaki. Selain lebih aman, juga tidak membuat kaget dan lelah otot kaki. Pilih pijakan kaki yang tidak tinggi. Memilih pijakan tinggi apalagi dengan menggunakan tangan untuk menarik badan kita memang akan cepat mencapai ketinggian, namun percayalah cara ini akan membuat tenaga anda cepat terkuras dan cepat lelah. Tidak masalah kalau anda mempunyai fisik prima dan sering berlatih, tenaga akan cepat pulih. Namun bagi yang tidak mempunyai fisik prima, akan lemas, tidak bertenaga, lama pulih dan bisa jadi pusing, mata berkunang-kunang dan kaki bisa kram.Cermat memilih pijakan di tanah, hati-hati dengan akar yang keluar dari tanah atau menyilang di tengah trek, biasanya akar licin membuat kita tergelincir ketika di injak. Akar pohon, batu berlumut atau yang labil dan mudah bergeser lebih baik dihindari, tidak usah diinjak. Perhatikan dan konsentrasi penuh ketika meniti batang pohon, gesek-gesek dahulu telapak sepatu ke batu atau kayu untuk melepaskan tanah dan lumpur yang menempel, agar telapak tidak licin. Pastikan kayu yang akan kita injak atau kita raih kuat dan tidak rapuh atau mudah patah.
Kencangkan ikatan ransel di punggung, jangan sampai ransel bergoyang kekiri atau ke kanan yang hanya akan mengurangi keseimbangan ketika kita melangkah meniti sebatang kayu. Bebaskan kedua tangan dari barang apapun, kedua tangan nantinya akan kita gunakan untuk keseimbangan.
Pilih pijakan dengan benar di batang pohon, pastikan kita tidak menginjak bagian berlumut. Melangkahlah dengan tenang, tidak usah tergesa, konsentrasi penuh, perlahan namun pasti kita bergerak maju selangkah demi selangkah.
Ketika memanjat dinding tanah yang terjal, pilih tumpuan dengan benar, kalau menginjak batu pastikan batu tersebut kuat dan tidak rapuh, kalau tidak ada batu, kita tendang-tendang tanah hingga berlobang sebagai pijakan.
Untuk pegangan hati-hati bila menggapai batang pohon, pastikan kuat dan tidak mudah tercabut akarnya. Jangan pegang tumbuhan berduri dan batang pohon mati, karena sebesar apapun batang pohon mati, kemungkinan besar rapuh dan mudah patah. Bila batang pohon atau batu tersebut dirasakan kuat, kita bisa mulai memanjat perlahan.
Bermalam
Setelah tenda berdiri kokoh dan kuat, ganti semua pakain basah dengan pakaian kering. Sekarang silahkan masak memasak, kemudian tidur nyenyak, memulihkan tenaga untuk pendakian keesokan harinya.
(selesai)
Seringkali kita bingung saat akan mengadakan pendakian gunung. Perbekalan dan peralatan apa saja sih yang mesti kita bawa? Pada prinsipnya, semakin lengkap perbekalan dan peralatan yang kita bawa dalam ransel semakin baik. Artinya kita akan merasa nyaman dan aman selama mendaki gunung. Tidak akan kelaparan karena kekurangan makanan dan minuman, tidak akan kedinginan saat malam hari, dan di dalam tenda kita dapat tidur dengan nyenyak karena terhindar dari hujan lebat atau udara dingin yang menusuk tulang.
Perbekalan
Untuk mempermudah menyusun perlengkapan yang harus dibawa, kita bisa urutkan dari atas kepala seperti topi rimba atau balaklava untuk menghangatkan kepala, syal untuk menahan dingin pada bagian leher, untuk bagian badan kita bawa kaos, sweeter, raincoat / jaket, kaos tangan dan jam, sedangkan bagian pinggul ke bawah, celana panjang / pendek, celana dalam dan bagian kaki kaos kaki, sepatu dan sandal.
Jangan lupa juga bawa tenda untuk berteduh dari panas atau hujan dan agar kita dapat beristirahat dengan tenang. Agar kita bisa tidur dengan hangat kita bisa gunakan sleeping bag, jangan bawa selimut tebal yang hanya akan memberatkan dan menghabiskan ruang di ransel. Jangan lupa juga bawa matras, agar sleeping bag tidak langsung bersentuhan dengan tanah yang dingin.
Jangan lupa juga bawa tenda untuk berteduh dari panas atau hujan dan agar kita dapat beristirahat dengan tenang. Agar kita bisa tidur dengan hangat kita bisa gunakan sleeping bag, jangan bawa selimut tebal yang hanya akan memberatkan dan menghabiskan ruang di ransel. Jangan lupa juga bawa matras, agar sleeping bag tidak langsung bersentuhan dengan tanah yang dingin.
Karena di hutan atau gunung sudah pasti tidak ada rumah makan atau warung baso, maka segala kebutuhan makan dan minum harus kita bawa sendiri. Kalau perjalanan pendek kita tidak perlu bawa alat masak seperti kompor. Namun kalau perjalanan panjang 2-3 hari atau lebih, alangkah baiknya kalau kita bawa alat masak, agar kita bisa memasak dan meramu makanan sesuai selera kita.
Perlengkapan lain yang wajib kita bawa adalah alat komunikasi seperti walkie talkie, hp gsm atau hp satellite, kemudian bawa GPS dan peta. Alat ini berguna bila terjadi keadaan darurat, maka kita tetap bisa berhubungan dengan orang lain, menginformasikan kondisi dan keberadaan kita.
Namun, banyaknya barang yang kita bawa dalam ransel mengakibatkan konsekuensi lain, ransel menjadi berat dan akan membebani pendakian kita. Jadi bawalah ransel dan isinya sesuai kemampuan kita. Karena ransel yang berat tidak hanya akan membebani kita, namun juga membuat gerak kita lambat dan tenaga cepat terkuras. Akibatnya kita akan lemas, banyak keluar keringat dan bisa mengakibatkan dehidrasi. Bagilah barang bawaan dengan rekan seperjalanan, jika kita bawa tenda, biar teman lain bawa alat masak.
Packing
Kita bisa menyeleksi ulang barang bawaan kita, meninggalkan atau mengurangi jumlah barang yang dirasa tidak penting seperti mengurangi pakaian cadangan, karena kita tidak akan sering berganti pakaian di gunung. Pakaian cadangan biasanya di gunakan bila pakaian kita basah. Jadi kalau hanya mendaki 2-3 hari, bawalah satu set pakaian cadangan yang terdiri, satu kaos, satu celana panjang/pendek, dua celana dalam. Jangan terlalu banyak membawa makanan dan minuman kaleng. Bawalah makanan yang dibungkus dalam kemasan plastik atau kertas.
Taruh pelengkapan tidur kita, seperti sleeping bag, matras di bagian bawah ransel, karena peralatan tersebut paling akhir kita pakai. Kemudian taruh di atasnya peralatan masak, bahan makanan, dan yang paling atas adalah minuman dan makanan kecil agar mudah kita raih dan makan. Kemudian letakan di bagian atas ransel raincoat agar ketika hujan mudah kita kenakan. Dan juga sweater dan satu potong pakaian kering. Ketika kita istirahat untuk makan siang, kita bisa mengganti pakaian basah dengan pakain kering, kemudian kita pake sweater agar badan kita tetap hangat.
Hati-hati dengan barang bawaan berupa elektronik seperti jam, camera digital, camcorder, hp, walkman, radio, cd player dan lain dari hujan. Masukan dalam plastik kedap air semua peralatan ini, kalau pelican brief case terlalu mahal, kita bisa memakai box lock and lock yang murahan namun kedap udara apalagi air.
Bila kita tidak ingin kehilangan momen selama pendakian, gantung camera digital atau camcorder di bahu kita, atau di tempat yang mudah dijangkau, namun jangan lupa siapkan plastik untuk jaga-jaga kalau hujan turun.
Perjalanan
Ketika mendaki gunung pakailah sepatu. Lebih bagus lagi kalau sepatu khusus untuk mendaki gunung atau hiking, yang didisain melindungi kaki maksimal dengan telapak atau sol yang mampu menapak lebih baik di tanah. Sepatu juga melindungi kaki dari cedera karena terkilir atau dari benda tajam. Memakai sandal gunung atau sandal jepit sangat beresiko, kaki tidak terlindung dari batu dan kayu tajam, licin dan tidak nyaman di telapak kaki. Sayangilah kakimu, karena dengan kaki yang sehat, kuat dan tidak sakitlah kita bisa menikmati gunung dengan segala keindahannya.
Kegiatan mendaki gunung adalah aktifitas yang berat, butuh tenaga dan konsentrasi tinggi untuk mengikuti kegiatan ini. Persiapkan badan dengan baik bila mau mendaki gunung. Berolah-raga beberapa minggu sebelum pendakian adalah persiapan terbaik, agar otot terlatih dan daya tahan badan kuat untuk menghadapi deraan fisik yang melelahkan.




















