MERBABU
Lewat Jalur Selo... Slow Wae...
Terkenal dengan pemandangannya yang sangat indah dan menakjubkan, membuat Gunung Merbabu menjadi salah satu tujuan favorit para pendaki gunung. Gunung Merbabu memiliki panorama dengan perpaduan jejeran pinus, lebatnya hutan, padang rumput yang luas, dan terkadang lautan awan di puncaknya.
Gunung Merbabu yang puncaknya berada di ketinggian 3142 mdpl ini memiliki beberapa jalur pendakian yang bisa kita dipilih. Salah satu diantaranya adalah jalur pendakian melalui Basecamp Selo. Selo sendiri merupakan sebuah Kecamatan di Boyolali. Sedangkan basecamp Selo terletak di Dukuh Genting, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.
Setelah selesai memeriksa perlengkapan dan perbekalan masing-masing, serta tak lupa mengurus Simaksi, maka dimulailah pendakian tim kami yang terdiri dari Ridho, Febri, Tomas, Harry, Winardi Fathurohman, Hasanudin dan Agung Cahyo.
BASECAMP ~ POS 1 (DOK MALANG)
Dalam perjalanan dari Basecamp menuju Pos 1 kita akan disambut oleh barisan pohon pinus yang indah. Kita bisa dengan santai menikmati barisan pinus yang rapih karena jalan yang dilalui terbilang landai. Ditengah perjalanan biasanya kita akan berjumpa dengan kawanan monyet ekor panjang. Sebaiknya kita waspada karena kawanan monyet ini sering mengincar makanan yang bisa mereka ambil.
Setelah puas membelah jejeran pinus dan sejuknya hutan, kita akan sampai di Pos 1. Perjalanan cukup memakan waktu karena jaraknya yang cukup panjang. Pos 1 ini juga biasa disebut dengan Dok Malang.
POS 1 (DOK MALANG) ~ POS 2 (PANDEAN)
Menuju Pos 2, jalur yang dilalui masih cukup landai berupa tanah padat. Kali ini kita melalui berbagai tanaman yang tumbuh cukup rapat. Kita akan melewati Pos Bayangan yang biasa disebut Simpang Macan. Di perjalanan sesekali kita melalui tanjakan yang cukup tajam, sebelum akhirnya kita sampai di Pos 2 atau Pos Pandean.
Vegetasi di Pos 2 ini berupa peralihan dari hutan hujan pegunungan ke hutan hujan sub alpin. Karena letaknya di tengah hutan, maka pemandangan sekitar Pos 2 terhalang tumbuhan yang ada di sana.
POS 2 (PANDEAN) ~ POS 3 (WATU TULIS)
Perjalanan dari Pos 2 ke Pos 3 agak berbeda, jalanan mulai menanjak. Vegetasi mulai terbuka dan keluar dari rimbunnya hutan. Pendaki mulai bisa menyaksikan pemandangan berupa lembah pegunungan di kejauhan dan bunga edelweis yang tumbuh di lereng gunung.
Setelah melewati medan pendakian yang menanjak, terbuka dan berdebu, tak lama kemudian kita sampai di Pos 3. Pos 3 ini dikenal juga dengan sebutan Pos Watu Tulis. Dari sini dengan jelas kita dapat melihat Gunung Merapi di kejauhan.
POS 3 (WATU TULIS) ~ POS 4 (SABANA 1)
Perjalanan dari Pos 3 ke Pos 4 ini boleh dibilang merupakan medan yang terberat dalam pendakian lewat jalur Selo ini. Boleh jadi karena di sini kita akan berjalan mendaki dengan kemiringan yang cukup ekstrim.
Jalur yang dilewati berupa tanah merah yang sangat berdebu dan licin. Setelah melewati jalan menanjak yang cukup melelahkan ini, kita akan sampai di Pos 4 atau Pos Sabana 1. Di Pos Sabana 1 ini biasanya pendaki mendirikan tenda untuk menyaksikan sunset.
POS 4 (SABANA 1) ~ POS 5 (SABANA 2)
Perjalanan menuju Pos 5 berkelok-kelok serta naik dan turun bukit. Namun sejauh mata memandang akan tampak warna hijau rerumputan yang menghiasi punggung perbukitan. Tak berapa lama kita akan sampai di Pos 5 atau Pos Sabana 2. Di Pos Sabana 2 ini juga banyak Pendaki yang mendirikan tenda. Kali ini kami mendirikan tenda di Pos Sabana 2 ini.
POS 5 (SABANA 2) ~ PUNCAK
Biasanya pendaki baik dari Sabana 1 maupun Sabana 2 memulai perjalanan ke puncak pukul 03 atau pukul 04 pagi. Mereka berpacu dengan waktu untuk menuju puncak Kenteng Songo. Mereka memburu sunrise di puncak Merbabu.
Jalan menuju puncak begitu terbuka, sehingga angin akan sangat leluasa menjamah tubuh kita. Udara sangat dingin, untuk itu siapkan pakaian hangat. Jika anda tiba sebelum matahari terbit, anda akan menyaksikan keindahan sunrise di Puncak Merbabu
Merbabu sendiri memiliki lebih dari satu puncak. Puncak Merbabu yang terkenal diantaranya Puncak Syarif (3119 mdpl), Puncak Triagulasi (3142 mdpl) dan Puncak Kenteng Songo (3142 mdpl). Dari puncaknya kita dapat memandang gunung-gunung di sekitarnya yang sangat indah.
Ada sepenggal cerita yang didapat mengenai Kenteng Songo. Di Puncak Merbabu ini terdapat beberapa buah watu kenteng (batu berlubang seperti lumpang). Jika dilihat watu kenteng itu berjumlah 4 (empat) buah. Konon jika dilihat secara mata ghoib, jumlah watu kenteng itu berjumlah 9 (sembilan). Makanya puncak ini diberi nama Kenteng Songo.
Terlepas dari berbagai misteri yang ada, Gunung Merbabu memang menghadirkan keindahan yang akan selalu terkenang di dalam kalbu.
Lewat Jalur Selo... Slow Wae...
Terkenal dengan pemandangannya yang sangat indah dan menakjubkan, membuat Gunung Merbabu menjadi salah satu tujuan favorit para pendaki gunung. Gunung Merbabu memiliki panorama dengan perpaduan jejeran pinus, lebatnya hutan, padang rumput yang luas, dan terkadang lautan awan di puncaknya.
Gunung Merbabu yang puncaknya berada di ketinggian 3142 mdpl ini memiliki beberapa jalur pendakian yang bisa kita dipilih. Salah satu diantaranya adalah jalur pendakian melalui Basecamp Selo. Selo sendiri merupakan sebuah Kecamatan di Boyolali. Sedangkan basecamp Selo terletak di Dukuh Genting, Desa Tarubatang, Kecamatan Selo, Kabupaten Boyolali.
Setelah selesai memeriksa perlengkapan dan perbekalan masing-masing, serta tak lupa mengurus Simaksi, maka dimulailah pendakian tim kami yang terdiri dari Ridho, Febri, Tomas, Harry, Winardi Fathurohman, Hasanudin dan Agung Cahyo.
BASECAMP ~ POS 1 (DOK MALANG)
Dalam perjalanan dari Basecamp menuju Pos 1 kita akan disambut oleh barisan pohon pinus yang indah. Kita bisa dengan santai menikmati barisan pinus yang rapih karena jalan yang dilalui terbilang landai. Ditengah perjalanan biasanya kita akan berjumpa dengan kawanan monyet ekor panjang. Sebaiknya kita waspada karena kawanan monyet ini sering mengincar makanan yang bisa mereka ambil.
Setelah puas membelah jejeran pinus dan sejuknya hutan, kita akan sampai di Pos 1. Perjalanan cukup memakan waktu karena jaraknya yang cukup panjang. Pos 1 ini juga biasa disebut dengan Dok Malang.
POS 1 (DOK MALANG) ~ POS 2 (PANDEAN)
Menuju Pos 2, jalur yang dilalui masih cukup landai berupa tanah padat. Kali ini kita melalui berbagai tanaman yang tumbuh cukup rapat. Kita akan melewati Pos Bayangan yang biasa disebut Simpang Macan. Di perjalanan sesekali kita melalui tanjakan yang cukup tajam, sebelum akhirnya kita sampai di Pos 2 atau Pos Pandean.
Vegetasi di Pos 2 ini berupa peralihan dari hutan hujan pegunungan ke hutan hujan sub alpin. Karena letaknya di tengah hutan, maka pemandangan sekitar Pos 2 terhalang tumbuhan yang ada di sana.
POS 2 (PANDEAN) ~ POS 3 (WATU TULIS)
Perjalanan dari Pos 2 ke Pos 3 agak berbeda, jalanan mulai menanjak. Vegetasi mulai terbuka dan keluar dari rimbunnya hutan. Pendaki mulai bisa menyaksikan pemandangan berupa lembah pegunungan di kejauhan dan bunga edelweis yang tumbuh di lereng gunung.
Setelah melewati medan pendakian yang menanjak, terbuka dan berdebu, tak lama kemudian kita sampai di Pos 3. Pos 3 ini dikenal juga dengan sebutan Pos Watu Tulis. Dari sini dengan jelas kita dapat melihat Gunung Merapi di kejauhan.
POS 3 (WATU TULIS) ~ POS 4 (SABANA 1)
Perjalanan dari Pos 3 ke Pos 4 ini boleh dibilang merupakan medan yang terberat dalam pendakian lewat jalur Selo ini. Boleh jadi karena di sini kita akan berjalan mendaki dengan kemiringan yang cukup ekstrim.
Jalur yang dilewati berupa tanah merah yang sangat berdebu dan licin. Setelah melewati jalan menanjak yang cukup melelahkan ini, kita akan sampai di Pos 4 atau Pos Sabana 1. Di Pos Sabana 1 ini biasanya pendaki mendirikan tenda untuk menyaksikan sunset.
POS 4 (SABANA 1) ~ POS 5 (SABANA 2)
Perjalanan menuju Pos 5 berkelok-kelok serta naik dan turun bukit. Namun sejauh mata memandang akan tampak warna hijau rerumputan yang menghiasi punggung perbukitan. Tak berapa lama kita akan sampai di Pos 5 atau Pos Sabana 2. Di Pos Sabana 2 ini juga banyak Pendaki yang mendirikan tenda. Kali ini kami mendirikan tenda di Pos Sabana 2 ini.
POS 5 (SABANA 2) ~ PUNCAK
Biasanya pendaki baik dari Sabana 1 maupun Sabana 2 memulai perjalanan ke puncak pukul 03 atau pukul 04 pagi. Mereka berpacu dengan waktu untuk menuju puncak Kenteng Songo. Mereka memburu sunrise di puncak Merbabu.
Jalan menuju puncak begitu terbuka, sehingga angin akan sangat leluasa menjamah tubuh kita. Udara sangat dingin, untuk itu siapkan pakaian hangat. Jika anda tiba sebelum matahari terbit, anda akan menyaksikan keindahan sunrise di Puncak Merbabu
Merbabu sendiri memiliki lebih dari satu puncak. Puncak Merbabu yang terkenal diantaranya Puncak Syarif (3119 mdpl), Puncak Triagulasi (3142 mdpl) dan Puncak Kenteng Songo (3142 mdpl). Dari puncaknya kita dapat memandang gunung-gunung di sekitarnya yang sangat indah.
Ada sepenggal cerita yang didapat mengenai Kenteng Songo. Di Puncak Merbabu ini terdapat beberapa buah watu kenteng (batu berlubang seperti lumpang). Jika dilihat watu kenteng itu berjumlah 4 (empat) buah. Konon jika dilihat secara mata ghoib, jumlah watu kenteng itu berjumlah 9 (sembilan). Makanya puncak ini diberi nama Kenteng Songo.
Terlepas dari berbagai misteri yang ada, Gunung Merbabu memang menghadirkan keindahan yang akan selalu terkenang di dalam kalbu.
Anakku....
Tak seorang pun akan menolongmu di dunia ini
Maka jelajahilah puncak-puncak gunung itu, dan kembalilah
Hanya itu yang akan dapat membuatmu perkasa
Anakku...
Ketahuilah bahwa tak seorangpun di dunia ini yang dapat kau sebut sebagai sahabat sejati...
Tidak juga ayahmu, ibumu, bahkan saudara-saudaramu
Tanganmu adalah sahabatmu...
Kakimu adalah sahabatmu...
Rambutmu adalah sahabatmu...
Pandanganmu adalah sahabatmu...
Suatu kali kau harus menghadapi seseorang yang menganggapmu musuh.
Saat kau berhadapan dengan mereka,
kau hanya perlu merasa berani berada tepat di depan wajahnya
Kau harus siap..
bahwa mungkin ia akan merasa sakit atau menang
Saat itu kau harus percayalah..
bahwa sesungguhnya keberanian bukanlah masalah menang atau kalah
Suatu kali pula kau akan berada di tengah mereka yang menderita.
Jangan pernah terlambat untuk membantu mereka...
melebihi dari segala kemampuan yang kau miliki
Kita tak pernah tahu,
bahwa mungkin saja kemanapun kau pergi,
alam akan mendengar mereka bercerita sebuah kisah tentang dirimu.
Oleh karena itu, aku berkata padamu....
"Pilihlah jalan terjal mendaki itu, tapi bukan jalan yang nyaman ini..."
("Petuah Seorang Indian kepada Anaknya" kutipan dari "Going to
The Mountain")
.
Tak seorang pun akan menolongmu di dunia ini
Maka jelajahilah puncak-puncak gunung itu, dan kembalilah
Hanya itu yang akan dapat membuatmu perkasa
Anakku...
Ketahuilah bahwa tak seorangpun di dunia ini yang dapat kau sebut sebagai sahabat sejati...
Tidak juga ayahmu, ibumu, bahkan saudara-saudaramu
Tanganmu adalah sahabatmu...
Kakimu adalah sahabatmu...
Rambutmu adalah sahabatmu...
Pandanganmu adalah sahabatmu...
Suatu kali kau harus menghadapi seseorang yang menganggapmu musuh.
Saat kau berhadapan dengan mereka,
kau hanya perlu merasa berani berada tepat di depan wajahnya
Kau harus siap..
bahwa mungkin ia akan merasa sakit atau menang
Saat itu kau harus percayalah..
bahwa sesungguhnya keberanian bukanlah masalah menang atau kalah
Suatu kali pula kau akan berada di tengah mereka yang menderita.
Jangan pernah terlambat untuk membantu mereka...
melebihi dari segala kemampuan yang kau miliki
Kita tak pernah tahu,
bahwa mungkin saja kemanapun kau pergi,
alam akan mendengar mereka bercerita sebuah kisah tentang dirimu.
Oleh karena itu, aku berkata padamu....
"Pilihlah jalan terjal mendaki itu, tapi bukan jalan yang nyaman ini..."
![]() |
| Dari TNGP |
.
Saat ini siapa sih yang tak kenal KFC? Ya… KFC adalah salah satu merek makanan cepat saji paling menonjol di dunia. Yum! Brands Inc., perusahaan induknya yang berbasis di Louisville, Kentucky, AS mengklaim perusahaannya sebagai perusahaan makanan cepat saji terbesar di dunia dengan pendapatan pada tahun lalu mencapai lebih dari USD12 milyar.
Tapi tahukah anda bahwa berdasarkan penelitian Greenpeace Internasional terungkap bahwa KFC memasok kertas untuk produk kemasan dari hutan hujan. Hal ini telah dikonfirmasi di Cina, Inggris dan Indonesia. Produk-produk yang ditemukan mengandung serat hutan hujan termasuk cangkir, kotak makanan, pembungkus kentang goreng, serbet dan ember wadah ayam yang menjadi cirri khasnya. Penelitian Greenpeace telah melacak sejumlah produk ini berkaitan dengan Asia Pulp & Paper (APP), sebuah perusahaan yang terus mengandalkan produksinya dengan pembabatan hutan alam di Indonesia.
Sang Kolonel sampai saat ini membungkus ayam lezatnya dengan kemasan yang berasal dari penghancuran hutan hujan Indonesia. Penghancuran hutan ini berdampak buruk pada habitat harimau sumatera. Hal ini terjadi karena KFC menggunakan kemasan yang berasal dari pabrik kertas APP (Asia Pulp and Paper), perusahaan yang juga dilaporkan menggunakan kayu ilegal.
Ayo dukung di sini agar KFC agar berubah menjadi jagoan penyelamat hutan rumah Harimau Sumatera. Hutan rumah Harimau Sumatera yang indah tidak boleh dihancurkan hanya demi kemasan yang akan berakhir di tempat sampah!
Di awal tahun ini, dimana karena kesibukan yang meningkat berakibat aku jarang online. Tapi tak diduga dan disangka, blog ini malah mendapat kiriman Award Top 10 Creative Blog and Friendship dari sahabtku Gettop. Dan inilah Award yang dimaksud.
Mungkin Award ini memang ditakdirkan dikirim ke blog ini sebagai pengingat bahwa aku akhir-akhir ini memang agak jarang bermain di dunia maya. Bukan sudah tak cinta, tapi semata karena kesibukan. Untuk itu pula aku minta maaf kepada sahabatku Gettop, seandainya aku agak terlambat mengambil dan memasang Award ini
Award ini kembali aku dedikasikan kepada sahabat-sahabatku yaitu :
Kepada sahabat-sahabatku silakan mengambil Award ini. Terima kasih.
Aku mendengar anak sungai merintih bagai seorang janda yang menangis meratapi kematian anaknya dan aku kemudian bertanya, "Mengapa engkau menangis, sungaiku yang jernih?'
Dan sungai itu menjawab, 'Sebab aku dipaksa mengalir ke kota tempat Manusia merendahkan dan mensia-siakan diriku dan menjadikanku minuman-minuman keras dan mereka memperalatkanku bagai pembersih sampah, meracuni kemurnianku dan mengubah sifat-sifatku yang baik menjadi sifat-sifat buruk."
Dan aku mendengar burung-burung menangis, dan aku bertanya, "Mengapa engkau menangis, burung-burungku yang cantik?"
Dan salah satu dari burung itu terbang mendekatiku, dan hinggap di ujung sebuah cabang pohon dan berkata, "Anak-anak Adam akan segera datang di ladang ini dengan membawa senjata-senjata pembunuh dan menyerang kami seolah-olah kami adalah musuhnya. Kami sekarang terpisah di antara satu sama yang lain, sebab kami tidak tahu siapa di antara kami yang bisa selamat dari kejahatan Manusia. Ajal memburu kami ke mana pun kami pergi."
Kini, matahari terbit dari balik puncak pergunungan, dan menyinari puncak- puncak pepohonan dengan rona mahkota. Kupandangi keindahan ini dan aku bertanya kepada diriku sendiri, 'Mengapa Manusia mesti menghancurkan segala karya yang telah diciptakan oleh alam?'
Puisi karya : Khalil Gibran
Festival Sepeda Onthel Nusantara II, yang merupakan Pesta akbar bagi para penggemar Sepeda Onthel atau sepeda Tua kembali akan digelar di Kota Cirebon. Kegiatan “Festival Sepeda Onthel Nusantara II“ akan digelar dari tanggal 1 hingga 2 Oktober 2011 yang dipusatkan di Pelataran Gedung Negara di Kota Udang ini. Kegiatan Festival ini diharapkan dapat menjadi agenda rutin sekaligus ajang silahturahmi antar sesama penggemar Onthel dari berbagai daerah di seluruh wilayah Indonesia. Bagi anda para penggemar sepeda onthel, ayo bergabung, jangan sampai ketinggalan.
Berikut dokumentasi Festival Onthel Nusantara I yang diambil dari berbagai sumber :
Siang menjelang sore yang terik di bulan Ramadhan ini, sambil menahan lapar dan dahaga, seorang pendengar asyik mendengarkan suara penyiar Radio KuMan AIDS FM yang lembut mendayu... Setelah menikmati beberapa buah lagu, kemudian ia pun menghubungi penyiar radio tersebut, lalu terjadilah percakapan sebagai berikut :
Pendengar : Hello Radio KuMan AIDS FM…?
Penyiar : Betul, dengan siapa, dimana?
Pendengar : Saya Yoyok, boleh request nggak ?
Penyiar : Oh boleh... mau request apa Mas ?
Pendengar : Tolong putarkan Adzan Maghrib Mbak!! Dah lapar nih..
Mencintaimu duhai pagi Ramadan,
adalah cinta semesta pada Tuhannya.
Sujud simpuh, zikir, dan tafakur
belum mampu menggenapi kasih-Nya.
Selamat Menjalankan Ibadah Puasa
Iseng buka-buka file lama punya KuMan AIDS. Baru sadar kalau masih ada file yang belum di-upload di blog ini... File apa ya... Yuk kita lihat bareng-bareng....
Mandalawangi - Pangrango
Senja ini,
Ketika matahari turun ke dalam jurang-jurangmu
Aku datang kembali
Ke dalam ribaanmu, dalam sepimu dan dalam dinginmu
Walaupun setiap orang berbicara tentang manfaat dan guna
Aku bicara padamu tentang cinta dan keindahan
Dan aku terima kau dalam keberadaanmu
Seperti kau terima daku
Aku cinta padamu, Pangrango yang dingin dan sepi
Sungaimu adalah nyanyian keabadian tentang tiada
Hutanmu adalah misteri segala
Cintamu dan cintaku adalah kebisuan semesta
Malam itu,
Ketika dingin dan kebisuan menyelimuti Mandalawangi
Kau datang kembali
Dan bicara padaku tentang kehampaan semua
Hidup adalah soal keberanian
Menghadapi yang tanda tanya
Tanpa kita mengerti, tanpa kita bisa menawar
Terimalah dan hadapilah
Dan antara ransel-ransel kosong dan api unggun yang membara
Aku terima ini semua
Melampaui batas-batas hutannmu
Aku cinta padamu Pangrango
Karena aku cinta pada keberanian hidup
Dan inilah file yang dimaksud....
Kunjungi Pekan Lingkungan Indonesia 2011, tanggal 1-5 Juni 2011 di parkir timur Senayan. Semoga kita semua bisa menambah pengetahuan dan bersama-sama dapat menjaga lingkungan sekitar kita.
Label:
Environment,
Festival,
Hutan,
Indonesia,
Kehidupan,
Lingkungan,
Pekan,
Penyangga
11
komentar
|
Tak terasa, lima tahun sudah semburan Lumpur Sidoarjo berlangsung. Semburan Lumpur Lapindo pertama kali menyembur pada tanggal 29 Mei 2006 di Desa Renokenongo, Sidoarjo. Semburan yang telah berlangsung lima tahun itu telah menghancurkan perekonomian rakyat Porong, Jabon dan Tanggulangin. Selama itu pula, banyak persoalan yang belum tuntas. Mulai dari ganti rugi, hingga genangan lumpur yang semakin meluas. Bahkan hingga hari ini, warga yang menjadi korban, masih melakukan unjuk rasa meminta ganti rugi yang sampai saat ini terkatung-katung dan tidak jelas.
Semburan yang diduga terjadi karena adanya underground blowout dari Pemboran Sumur Eksplorasi Banjar Panji (BJP)-1 milik PT Lapindo Brantas Inc. (PT LBI) ini, telah menenggelamkan empat desa, yaitu Kedungbendo, Siring (Timur), Jatirejo (Timur) dan Renokenongo, serta menempatkan sembilan desa lainnya dalam zona bahaya. Lumpur yang keluar setiap harinya diperkirakan sekitar 5.000 hingga 50 ribu meter kubik perhari (setara dengan muatan penuh 690 truk peti kemas berukuran besar). Material semburan ditampung dalam tanggul dengan keliling sekira 23 km, tinggi hingga 6 meter dan menutupi area seluas sekitar 800 hektar. Di dalam tempat penampungan ini terdapat 232 titik bubble (seperti terlihat pada video di bawah ini saat kawan-kawan KuMan AIDS mampir di kawasan Lumpur Lapindo saat perjalanan pulang dari Kota Malang, beberapa tahun yang lalu).
Dengan tenggelamnya empat desa dan terusirnya puluhan ribu orang dari rumah mereka, bukan saja telah menimbulkan persoalan ekonomi, tetapi juga perpindahan karena terpaksa (forced migration) yang merupakan bencana kultural yang luar biasa, karena korban meninggalkan sejarah, cara hidup dan berinteraksi satu sama lain. Bencana lumpur juga mencerabut mereka secara paksa dari jejaring sosial tempat mereka selama ini mengidentifikasikan dirinya.
Karena runtuhnya pijakan sosial kultural bersama yang selama ini menyatukan mereka, korban Lumpur menjadi rapuh dan kehilangan kohesi sosial. Hilangnya sejarah, moda hidup dan interaksi sosial ini turut menjadi katalisator parahnya fragmentasi sosial yang akhir-akhir ini terjadi.
Saat ini jauh lebih penting menangani para korban, daripada berdebat soal pemicu yang tak ada kejelasan. Akhirnya kita hanya dapat berdoa, agar musibah Lumpur Sidoarjo ini dapat segera berakhir.
Semburan yang diduga terjadi karena adanya underground blowout dari Pemboran Sumur Eksplorasi Banjar Panji (BJP)-1 milik PT Lapindo Brantas Inc. (PT LBI) ini, telah menenggelamkan empat desa, yaitu Kedungbendo, Siring (Timur), Jatirejo (Timur) dan Renokenongo, serta menempatkan sembilan desa lainnya dalam zona bahaya. Lumpur yang keluar setiap harinya diperkirakan sekitar 5.000 hingga 50 ribu meter kubik perhari (setara dengan muatan penuh 690 truk peti kemas berukuran besar). Material semburan ditampung dalam tanggul dengan keliling sekira 23 km, tinggi hingga 6 meter dan menutupi area seluas sekitar 800 hektar. Di dalam tempat penampungan ini terdapat 232 titik bubble (seperti terlihat pada video di bawah ini saat kawan-kawan KuMan AIDS mampir di kawasan Lumpur Lapindo saat perjalanan pulang dari Kota Malang, beberapa tahun yang lalu).
Karena runtuhnya pijakan sosial kultural bersama yang selama ini menyatukan mereka, korban Lumpur menjadi rapuh dan kehilangan kohesi sosial. Hilangnya sejarah, moda hidup dan interaksi sosial ini turut menjadi katalisator parahnya fragmentasi sosial yang akhir-akhir ini terjadi.
Saat ini jauh lebih penting menangani para korban, daripada berdebat soal pemicu yang tak ada kejelasan. Akhirnya kita hanya dapat berdoa, agar musibah Lumpur Sidoarjo ini dapat segera berakhir.
Label:
Adventure,
AIDS,
Alam,
Bencana,
Bumi,
Earth,
Environment,
Hijau,
Indonesia,
Kuman,
Lapindo,
Lingkungan,
Lumpur,
Pelestarian,
Sidoarjo
4
komentar
|
Label:
Artikel,
Bumi,
Dunia,
Earth,
Environment,
Go Green,
Hari Tanpa Tembakau,
Hijau,
Lingkungan
4
komentar
|
“Kematian akibat terorisme sejak tahun 2001 = 11.377 orang. Kematian akibat tembakau sejak tahun 2001 = 30.000.000 orang”.
Mungkin dari kita semua, hanya sedikit yang tahu dan masih ingat jika tanggal 31 Mei nanti merupakan Hari Tanpa Tembakau Sedunia atau World No Tobacco Day. Bagi banyak orang Hari Tanpa Tembakau Sedunia merupakan tantangan untuk menciptakan masyarakat yang benar-benar bebas dari tembakau, tetapi ada juga yang menganggapnya sebagai upaya yang sia-sia. Terlepas dari itu semua, Organisasi Kesehatan Sedunia atau WHO pada bulan Januari 2011, telah memilih 'WHO Framework Convention on Tobacco Control' sebagai tema Hari Tanpa Tembakau Sedunia 2011.
Label:
Artikel,
Bumi,
Dunia,
Earth,
Environment,
Go Green,
Hari Tanpa Tembakau,
Hijau,
Lingkungan,
Nasional,
Tembakau,
Tobacco,
World No Tobacco Day
4
komentar
|
Siang itu (lebih dari satu bulan yang lalu) terdengar tanda pesan masuk di ponselku. Sejenak aku melirik ke arah ponselku yang saat itu berada di atas meja, lalu aku raih ponsel itu. Aku baca isi pesannya : “Selamat produk Anda terpilih dalam program memorabilia eiger quest. Silakan kirimkan alamat Anda, dan akan kami konfirmasikan kembali untuk penukaran barangnya. Informasi pemenang ada di fb fans eiger. Terimakasih (Isha Rubiana Eiger)”.
Selang setengah jam kemudian terdengar nada panggilan masuk. Setelah mengucap salam, dari balik sana terdengar suara merdu dari seseorang, ternyata dari Isha Rubiana – Marketing Eiger Cihampelas Bandung. Dia mengkonfirmasi ulang dari SMS-nya yang telah dikirim sebelumnya.
Ada perasaan berat juga saat harus melepas tas carrier/rucksack yang sudah setia menemani kemana aku pergi. Ya.. carrier itu sudah menemani aku ke banyak tempat, antar lain ke puncak Gunung Ciremai, Gunung Slamet, Gunung Gede, Gunung Cikuray atau sekedar camping di Cibunar, Palutungan, Apuy, Argalingga, Telaga Sunyi Baturaden, Penggaron Ungaran, Panjalu Ciamis, Rancaupas dalam Jambore Petualang Indonesia bersama Host dan Fans Jejak Petualang dan banyak tempat lain. Itulah alasan mengapa hampir satu bulan aku belum juga menukarkan carrier lama dengan yang baru. Setelah hampir 15 tahun berpetualang, mungkin memang sudah saatnya carrier ini istirahat. Biarlah semua itu menjadi kenangan.
Dan kulangkahkan juga kaki ini ke Eiger Gramedia Grage Mall untuk melihat calon carrier baruku. Di sana aku langsung disambut Ika Riana yang langsung bertanya “Jadi Mas nuker tasnya?”. Rupanya dia masih ingat waktu aku tanya-tanya tentang carrier sebelum aku ikut program Memorabilia Eiger Quest. Dan akhirnya kurelakan carrierku itu untuk menjadi Memorabilia dan dipajang di New Eiger Adventure Store Bandung. Toh kalau aku kangen, aku masih bisa lihat di Bandung.
Dan sebagai gantinya adalah carrier Dyno 70 + 5 liter. Dengan dimensi : 24 x 34 x 88 cm, bahan Cordura 500D - Cordura 1000D, technology : Ergo Dyno Back System With U Frame & Ergonomic Flexy Accessed Shoulder Straps dan Feature : - Top Loaded with 2 back pocket with Rain Cover accessed - Front Pocket with zipper - 2 Side Pocket - Ice Axe Strap - Sleeping bag Compartment & Additional front loaded compartment - 4 Side Straps Adjuster - Color : - Granite-Black - 2 Strong Handles with 50 mm Nylon Webbing.
Terima kasih untuk Eiger, Isha Rubiana dan Ika Riana.
Ayo Dyno.... sekarang giliranmu.... ajak aku berpetualang ke banyak tempat... Ayo siapa mau ikut......
Selang setengah jam kemudian terdengar nada panggilan masuk. Setelah mengucap salam, dari balik sana terdengar suara merdu dari seseorang, ternyata dari Isha Rubiana – Marketing Eiger Cihampelas Bandung. Dia mengkonfirmasi ulang dari SMS-nya yang telah dikirim sebelumnya.
Ada perasaan berat juga saat harus melepas tas carrier/rucksack yang sudah setia menemani kemana aku pergi. Ya.. carrier itu sudah menemani aku ke banyak tempat, antar lain ke puncak Gunung Ciremai, Gunung Slamet, Gunung Gede, Gunung Cikuray atau sekedar camping di Cibunar, Palutungan, Apuy, Argalingga, Telaga Sunyi Baturaden, Penggaron Ungaran, Panjalu Ciamis, Rancaupas dalam Jambore Petualang Indonesia bersama Host dan Fans Jejak Petualang dan banyak tempat lain. Itulah alasan mengapa hampir satu bulan aku belum juga menukarkan carrier lama dengan yang baru. Setelah hampir 15 tahun berpetualang, mungkin memang sudah saatnya carrier ini istirahat. Biarlah semua itu menjadi kenangan.
Dan kulangkahkan juga kaki ini ke Eiger Gramedia Grage Mall untuk melihat calon carrier baruku. Di sana aku langsung disambut Ika Riana yang langsung bertanya “Jadi Mas nuker tasnya?”. Rupanya dia masih ingat waktu aku tanya-tanya tentang carrier sebelum aku ikut program Memorabilia Eiger Quest. Dan akhirnya kurelakan carrierku itu untuk menjadi Memorabilia dan dipajang di New Eiger Adventure Store Bandung. Toh kalau aku kangen, aku masih bisa lihat di Bandung.
Dan sebagai gantinya adalah carrier Dyno 70 + 5 liter. Dengan dimensi : 24 x 34 x 88 cm, bahan Cordura 500D - Cordura 1000D, technology : Ergo Dyno Back System With U Frame & Ergonomic Flexy Accessed Shoulder Straps dan Feature : - Top Loaded with 2 back pocket with Rain Cover accessed - Front Pocket with zipper - 2 Side Pocket - Ice Axe Strap - Sleeping bag Compartment & Additional front loaded compartment - 4 Side Straps Adjuster - Color : - Granite-Black - 2 Strong Handles with 50 mm Nylon Webbing.
Terima kasih untuk Eiger, Isha Rubiana dan Ika Riana.
Ayo Dyno.... sekarang giliranmu.... ajak aku berpetualang ke banyak tempat... Ayo siapa mau ikut......
Beberapa waktu yang lalu, gempa sempat menggoyang Cirebon dan kota-kota lainnya di Jawa. Ternyata dari sekian banyak update status informasi gempa banyak yang tidak tahu dari mana asal goyangan alamiah itu berasal. Hal ini tak akan terjadi seandainya kita telah berlangganan informasi gempa. Jadi kita dapat menginformasikan kepada khalayak ramai akan kejadian tersebut secara cepat dan akurat.
Bagaimana sih caranya agar dapat dengan segera mendapat informasi gempa tersebut. Caranya mudah, kita dapat berlangganan informasi gempa diseluruh dunia secara real time. Berikut ini adalah cara berlangganan informasi gempa melalui internet.
Silahkan masuk ke situs resmi informasi bencana alam milik pemerintah Amerika , dan pilih opsi Atom Feed seperti di bawah ini
Atau untuk lebih mudahnya, anda bisa langsung mengarahkan browser Anda ke http://earthquake.usgs.gov/eqcenter/catalogs/1day-M2.5.xml maka akan muncul, seperti di bawah ini. Kemudian klik Subscribe Now
Kemudian arahkan bookmark ke toolbar dan / atau berikan nama, lalu klik Subcribe

Setelah subcribe berhasil, maka akan muncul folder RSS informasi gempa harian di seluruh dunia pada toolbar Anda. Bila diperlukan klik saja folder tersebut, maka akan muncul sederet informasi gempa. Pilih lokasi gempa yang hendak diketahui.
Selanjutnya akan muncul halaman informasi secara komprehensif tentang kejadian gempa yang terjadi di dunia.

Selamat berbagi informasi.
Selama lebih dari 40 tahun, Hari Bumi (tanggal 22 April) telah menginspirasi dan memobilisasi individu dan organisasi di seluruh dunia untuk menunjukkan komitmen mereka terhadap perlindungan lingkungan yang berkelanjutan.































