Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Showing posts with label Indonesia. Show all posts
Pekan Lingkungan Indonesia 2011


Kunjungi Pekan Lingkungan Indonesia 2011, tanggal 1-5 Juni 2011 di parkir timur Senayan. Semoga kita semua bisa menambah pengetahuan dan bersama-sama dapat menjaga lingkungan sekitar kita.
Lumpur Sidoarjo
Tak terasa, lima tahun sudah semburan Lumpur Sidoarjo berlangsung. Semburan Lumpur Lapindo pertama kali menyembur pada tanggal 29 Mei 2006 di Desa Renokenongo, Sidoarjo. Semburan yang telah berlangsung lima tahun itu telah menghancurkan perekonomian rakyat Porong, Jabon dan Tanggulangin. Selama itu pula, banyak persoalan yang belum tuntas. Mulai dari ganti rugi, hingga genangan lumpur yang semakin meluas. Bahkan hingga hari ini, warga yang menjadi korban, masih melakukan unjuk rasa meminta ganti rugi yang sampai saat ini terkatung-katung dan tidak jelas.

Semburan yang diduga terjadi karena adanya underground blowout dari Pemboran Sumur Eksplorasi Banjar Panji (BJP)-1 milik PT Lapindo Brantas Inc. (PT LBI) ini, telah menenggelamkan empat desa, yaitu Kedungbendo, Siring (Timur), Jatirejo (Timur) dan Renokenongo, serta menempatkan sembilan desa lainnya dalam zona bahaya. Lumpur yang keluar setiap harinya diperkirakan sekitar 5.000 hingga 50 ribu meter kubik perhari (setara dengan muatan penuh 690 truk peti kemas berukuran besar). Material semburan ditampung dalam tanggul dengan keliling sekira 23 km, tinggi hingga 6 meter dan menutupi area seluas sekitar 800 hektar. Di dalam tempat penampungan ini terdapat 232 titik bubble (seperti terlihat pada video di bawah ini saat kawan-kawan KuMan AIDS mampir di kawasan Lumpur Lapindo saat perjalanan pulang dari Kota Malang, beberapa tahun yang lalu).



Dengan tenggelamnya empat desa dan terusirnya puluhan ribu orang dari rumah mereka, bukan saja telah menimbulkan persoalan ekonomi, tetapi juga perpindahan karena terpaksa (forced migration) yang merupakan bencana kultural yang luar biasa, karena korban meninggalkan sejarah, cara hidup dan berinteraksi satu sama lain. Bencana lumpur juga mencerabut mereka secara paksa dari jejaring sosial tempat mereka selama ini mengidentifikasikan dirinya.

Karena runtuhnya pijakan sosial kultural bersama yang selama ini menyatukan mereka, korban Lumpur menjadi rapuh dan kehilangan kohesi sosial. Hilangnya sejarah, moda hidup dan interaksi sosial ini turut menjadi katalisator parahnya fragmentasi sosial yang akhir-akhir ini terjadi.

Saat ini jauh lebih penting menangani para korban, daripada berdebat soal pemicu yang tak ada kejelasan. Akhirnya kita hanya dapat berdoa, agar musibah Lumpur Sidoarjo ini dapat segera berakhir.
EARTH HOUR, BUKTI CINTA PADA BUMI
"Saatnya beraksi !!! Mari ubah dunia dalam satu jam. Dengan sebuah aksi kecil kita dapat membawa suatu perubahan besar."

Earth Hour - Proudly Committed
Mari ubah dunia dengan satu jam tanpa listrik, itulah konsep yang diusung inisiatif perubahan iklim global WWF Earth Hours. Melalui Earth Hour, setiap individu diajarkan bahwa upaya peduli lingkungan dapat bermula dari sebuah langkah sederhana dengan mematikan lampu selama satu jam. Setiap tahun, menjelang bulan Maret mungkin kita sering mendengar atau membaca tentang EARTH HOUR. Lalu apa sih EARTH HOUR itu sendiri?

Apa itu EARTH HOUR ?

Gagasan Earth Hour berawal dari kampanye kolaborasi sebuah organisasi nirlaba World Wildlife Fund (WWF) bersama berbagai media di Australia. Semua sudah kenal dengan WWF kan? Itu lho sebuah organisasi konservasi terbesar di dunia yang terkenal dengan logo Pandanya. Ide pertama yang muncul adalah mengajak penduduk Sydney Australia untuk mematikan lampu yang tidak penting selama 1 jam dengan tujuan mengurangi efek gas rumah kaca di kota tersebut sebanyak 5%.

Kabar tentang keberhasilan Earth Hour perdana (tahun 2007) di Australia itu kemudian terdengar di seluruh dunia, sehingga menarik banyak negara lain untuk kemudian turut serta dalam Earth Hour 2008. Mereka mengajak individu, praktisi bisnis, pemerintah, dan sektor publik lainnya di seluruh dunia untuk mematikan lampu dan perangkat listrik lainnya selama 60 menit dalam waktu bersamaan serempak diseluruh dunia.



Dalam peringatan Earth Hour tahun 2008, tercatat lebih dari 30 negara turut berpartisipasi. Dan hingga tahun 2010, terdapat total 128 negara yang turut serta dan berpartisipasi dalam kegiatan Earth Hour serta menyelenggarakannya secara serempak. Indonesia menjadi salah satu negara peserta yang turut beraksi dalam Earth Hour tersebut sejak tahun 2008.

Kapan EARTH HOUR tahun 2011 dilaksanakan ?

Keberhasilan kampanye ini diharapkan agar dapat diadopsi oleh masyarakat, komunitas, bisnis, serta pemerintah lain di seluruh dunia sehingga seluruh warga dunia dapat membantu menunjukkan bahwa sebuah aksi individu yang mudah sekalipun bila dilakukan secara massal akan membuat kehidupan kita di bumi menjadi lebih baik.

Earth Hour tahun ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 26 Maret 2011. Tetap dengan ide yang sama, mematikan lampu dan perangkat listrik di rumah selama 60 menit. Earth Hour juga mengajak seluruh penduduk dunia untuk mulai berfikir dan bertindak dalam menyelamatkan dunia.

Bagaimana di Indonesia ?

Lima kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogja, dan Bali turut serta dalam EARTH HOUR tahun 2010 kemarin. Bagi Jakarta, ini untuk kedua kalinya berpartisipasi dan ikut memadamkan lampu di lima ikon kota, yaitu Bundaran HI dengan air mancurnya, Monas dengan air mancur menarinya, Gedung Balaikota, Patung Pemuda serta Air Mancur Patung Arjuna Wiwaha. Dan untuk tahun ini kegiatan di Indonesia masih dipusatkan di Jakarta.

Kenapa Jakarta ?

Karena berdasarkan data konsumsi listrik tahun 2008, DKI Jakarta dan Tangerang mengkonsumsi sebesar 29.605 GWH atau 23% dari total konsumsi listrik Indonesia atau sama dengan 26,4 juta ton CO2 (Riset DJLPE 2004-2006 tentang emisi CO2 dari produksi listrik: 0,891/MWh)

Kenapa harus mematikan listrik?

Ya, kenapa mesti mati’in lampu? Ide mematikan lampu di Earth Hour bertujuan untuk mengurangi kadar pemanasan global yang salah satunya disumbang oleh penggunaan perangkat listrik sehari-hari yang ada di rumah kita. Selain itu, dengan mematikan listrik, diharapkan konsumsi energi listrik di seluruh dunia dapat sedikit ditekan sehingga menghemat energi yang ada di dunia.
Tepat sekali, dengan mematikan lampu-lampu dan alat elektronik yang tidak terpakai selama 1 jam, kita dapat memberikan kontribusi kepada penghematan listrik di Jakarta. Apabila 10% saja penduduk Jakarta berpartisipasi dalam EARTH HOUR, maka Jakarta dapat menghemat konsumsi listriknya sebesar 300MWh.

Semakin banyak yang berpartisipasi, maka semakin banyak penghematan yang didapat. Dan tahukah anda, dengan penghematan di atas, itu artinya setara dengan :
  1. Mematikan 1 pembangkit listrik 
  2. Menghemat 267,3 ton CO2
  3. Menghemat lebih dari 267 pohon (1 pohon mampu menyerap 1 ton CO2 dalam 20 tahun masa hidupnya) 
  4. Persediaan O2 untuk lebih dari 535 orang (1 pohon mampu memberikan O2 bagi 2 orang dalam 20 tahun masa hidupnya)
  5. Apabila (300MWh = 1.080.000MJ) X Rp 200/MJ = menghemat hingga Rp 216.600.000,-
Sebuah “usaha kecil” yang tentu “tidak kecil” bila dilaksanakan secara massal. Aksi kecil yang dapat membawa suatu perubahan besar. Semoga gerakan simbolis ini dapat berujung pada perubahan gaya hidup hemat energi dalam jangka panjang. Mari ubah dunia dalam satu jam

Saatnya beraksi! Tunjukkan apa yang akan dan sudah dilakukan sebagai bukti dukungan kita terhadap upaya memerangi perubahan iklim.

Nah, sekarang tahu kan kenapa setiap orang harus ikut mesukseskan EARTH HOUR 2011? Tunjukkan bahwa kamu peduli perubahan iklim. Masih ragu untuk ikut mematikan lampu selama 60 menit? Weleh..weleh..., apa susahnya sih untuk mematikan lampu sejenak, lagian hanya satu jam kok....!

Hari AIDS Sedunia Tahun 2010


“ 170-210 ribu dari 220 juta jiwa penduduk Indonesia mengidap HIV/AIDS. Hingga kini, jumlah kematian akibat AIDS mencapai 5.500 jiwa. Hentikan penyebaran HIV / AIDS sekarang juga. ”
Setiap tanggal 1 Desember, kita memperingati Hari AIDS Sedunia.  Hari itu diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV. Konsep ini digagas pada saat Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia pada tahun 1988. Sejak saat itu, mulailah diperingati oleh pihak pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal di seluruh dunia.

Tema

Tema peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2010 telah ditetapkan secara internasional oleh PBB yaitu Universal Access  &  Human Right. Untuk Indonesia, tema tersebut  diterjemahkan menjadi Akses Universal dan Hak Asasi Manusia.

Tema tersebut  mempunyai makna bahwa perlindungan hak asasi manusia adalah sesuatu yang fundamental dalam memerangi pandemi HIV dan AIDS secara global. Pengabaian pemenuhan hak asasi manusia akan memicu terjadinya penyebaran HIV yang tidak terkontrol dan akan menempatkan populasi kunci dalam kelompok yang terpinggirkan serta berpotensi meningkatkan mata rantai penularan. Dengan mempromosikan pemenuhan hak asasi manusia, maka orang yang terinfeksi HIV hidup bebas dari stigma dan diskriminasi sehingga jumlah infeksif baru akan  makin dapat ditekan karena semakin banyak mata rantai penularan HIV yang dapat diputus dan bisa dicegah.

Sub Tema

Berdasarkan tema internasional HAS 2010, maka sub-tema yang ditetapkan di Indonesia adalah  “Peningkatan hak dan akses pendidikan untuk semua, guna menekan laju epidemi HIV di Indonesia menuju tercapainya Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs)”

Slogan

Slogan Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2010 yaitu  “STOP AIDS”, Tingkatkan Hak dan Akses Pendidikan untuk Semua”



Semoga Tabah

Keluarga Besar
KUMAN AIDS
Turut Berduka dan Berempati atas
Berbagai Bencana yang Menimpa
Bangsa Kita
Semoga Kita Semua Tabah
Menghadapinya
Setelah banjir bandang melanda Wasior,lalu gempa diikuti tsunami menyusul di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Tak lama berselang Jakarta diguyur hujan deras yang diikuti banjir di berbagai titik yang mengakibatkan kesemrawutan lalulintas, dan terakhir Gunung Merapi meletus. Berbagai peristiwa ini membuat kita semua patut prihatin. Keluarga besar KUMAN AIDS juga sangat prihatin dan turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas banyaknya korban di berbagai bencana tersebut.
Selain menelan banyak korban, bencana juga mengubah kehidupan banyak orang. Harta benda hilang sampai rumah hancur tak berbekas sehingga terpaksa harus mengungsi, sekolah anak-anak terganggu dan penyakit bisa bermunculan. Kehidupan di masa sulit akan semakin sulit bagi sebagian besar masyarakat. Jumlah 31 juta rakyat di bawah garis kemiskinan pun bisa kian bertambah dengan terjadinya berbagai bencana.
Di balik itu, banyak hal yang perlu direnungkan oleh bangsa ini. Tragedi yang terus-menerus menimpa mungkin bukan lagi peringatan, melainkan azab dari pencipta alam semesta atas keserakahan para penguasa. Untuk itu mari kita instropeksi diri kita masing-masing dan segera kembali ke jalan-Nya.

Sambutan Menteri Negera Lingkungan Hidup



SAMBUTAN MENTERI NEGARA LINGKUNGAN HIDUP PADA PERINGATAN HARI LINGKUNGAN HIDUP SEDUNIA 5 JUNI 2010

Assalamualaikum wr. Wb,
Saudara-Saudara yang saya hormati,

Kekayaan alam keanekaragaman hayati yang dilimpahkan Tuhan YME merupakan titipan kepada kita semua untuk dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang, oleh sebab itu pemanfaatan hasil bumi serta pengelolaan lingkungan menjadi tanggung jawab kita semua yang tidak terbatas dalam wilayah administrasi suatu daerah bahkan suatu negara. Sehubungan dengan itu, himbauan untuk bersama-sama melestarikan lingkungan hidup perlu terus dikumandangkan.

menjaga kelestarian keanekaragaman hayati, maka dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010, Indonesia mengusung tema "Keanekaragaman Hayati, Masa Depan Bumi Kita". Tema ini mengacu pada tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010 oleh United Nations Environment Programme yang akan diperingati di Kigali, Rwanda, yaitu "Many Species. One Planet. One Future" serta ditetapkannya tahun 2010 sebagai "Tahun Keanekaragaman Hayati internasional".

Saudara-saudara yang berbahagia,

Indonesia dikaruniai kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dengan dimilikinya sekitar 90 tipe ekosistem, 40.000 spesies tumbuhan dan 300.000 spesies hewan. Dengan potensi keanekaragaman hayati yang melimpah merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan bagi pembangunan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.

Keanekaragaman hayati mempunyai peran penting bagi kehidupan umat manusia karena merupakan sumber penyediaan bahan pangan, sandang, papan, dan obat-obatan. Di samping itu, keanekaragaman hayati juga berfungsi sebagai penyedia sumber air, udara bersih dan bentang alam untuk pariwisata.

Nilai ekonomi yang cukup tinggi dari kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia menghasilkan devisa bagi sumber keuangan negara antara lain di sektor industri, pertanian, kehutanan dan kesehatan. Dari segi kegunaan, manfaat keanekaragaman hayati sangat besar untuk keperluan farmaseutika, biofarmaka, herbal, pangan, papan, maupun hias ornamental dan hobi serta penyedia jasa lingkungan. Peluang besar pada industri tanaman hias juga terbuka dengan adanya kecenderungan perubahan pasar dunia terhadap tanaman hias yang mulai beralih kepada tanaman tropis. Di samping itu ada potensi keanekaragaman hayati yang belum digali selama ini seperti keanekaragaman hayati bawah tanah (biodiversity below ground), untuk itu dalam memanfaatkannya perlu adanya penguasaan ilmu dan teknologi dengan melakukan berbagai penelitian dasar maupun terapan.

Dalam dua dasawarsa terakhir, terjadi pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berlebihan sehingga mengancam tatanan dan fungsi ekosistem. Padahal keanekaragaman hayati merupakan unsur pembentuk kelestarian lingkungan hidup yang berfungsi sebagai penopang utama kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia. Demi tercapainya pembangunan yang berkelanjutan, maka pemerintah Indonesia telah meratifikasi Konvensi Keanekaragaman Hayati pada tahun 1994 yang memiliki tiga kegiatan utama, yaitu:
(1) Konservasi keanekaragaman hayati,
(2) Pemanfaatan secara lestari dari komponennya dan
(3) Pembagian keuntungan yang adil atas pemanfaatan sumber daya genetik.
Dalam kaitan ini, Indonesia masih ketinggalan dalam mematenkan keanekaragaman hayati dibanding dengan negara lain.

Saudara-saudara yang berbahagia,

Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia diselenggarakan dengan berbagai "gerakan lingkungan hidup". Kami mengajak semua pihak untuk berpartisipasi menjaga sumber daya alam Indonesia terutama keanekaragaman hayati Indonesia agar dapat bermanfaat secara berkelanjutan. Para Pimpinan Kepala Daerah dapat melakukan inventarisasi potensi keanekaragaman hayati, mengembangkan pengetahuan lokal tentang keanekaragaman hayati di daerah masing-masing. Di samping itu juga perlu untuk menginisiasi pemanfaatan jasa lingkungan antara lain untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan pelestarian keindahan alam (landscape beauty preservation). Untuk itu, atas nama Pemerintah Indonesia, kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, maupun masyarakat yang telah melakukan berbagai kegiatan mendukung pelestarian lingkungan seperti melaksanakan kegiatan 3R (reuse, reduce, dan recycle), melakukan penelitian dan kajian ilmiah, upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, efisiensi penggunaan sumber daya alam, energi dan air serta kegiatan lainnya.

Demikian sambutan saya, terima kasih atas perhatian dan kepedulian Saudara-Saudara, mari kita bersama-sama selamatkan bumi kita.

Wassalamualaikum, wr. wb,

Jakarta, 5 Juni 2010
Menteri Negara Lingkungan Hidup,
Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS
Jambore Petualang Indonesia

Lokasi : Ranca Upas, Ciwidey, Bandung

Tanggal : 07-09 Agustus 2009



-->It's all about the nature...
It's all about some adventures...
and it's all about you....


Selamat Pagi Indonesia

Jumat

Jum'at senja, 7 Agustus 2009, empat buah sepeda motor dengan lima personel (Heru, Taten, Dhani, Santo dan Yoyok) bergerak pasti dari Cirebon menuju Bandung .... setelah diselingi istirahat untuk shalat magrib dan isya tak lupa juga makan, akhirnya rombongan sampai juga di Bandung. Upsss...ternyata itu belum selesai... tujuan kita sebenarnya adalah Ranca Upas, Ciwidey…(langsung terbayang kebun strawberry dengan buahnya yang ranum…..). Setelah isi bahan bakar di SPBU Kopo sambil nunggu Intan, perjalanan dilanjutkan.

Berbagai Atribut Jambore Petualang Indonesia

Setelah menembus kabut tebal dan dingin malam yang rasanya sampai menusuk ke dalam tulang di sepanjang perjalanan, akhirnya tiba juga di Bumi Perkemahan Ranca Upas pukul 23.45 WIB. Setelah proses registrasi selesai, Dhani, Heru dan Intan pamit pulang karena sudah dini hari (pukul 00.30 WIB). Terima kasih sobat sudah mau menemani ke Ranca Upas. Kami langsung buka base camp dan langsung istirahat. Namun kami baru benar-benar dapat istirahat setelah pukul 03.00 WIB.



Sabtu Pagi di Ranca Upas

Sabtu

Tepat pukul 09.00 WIB, Jambore Peualang Indonesia (JPI 3) dibuka. Semangat dan antusiasme semua partisipan sangat luar biasa. Para narasumber dan intepreter terlibat aktif mensukseskan acara ini. Tampak tim dari Bakosurtanal mengawasi Ranca Upas dari atas dengan tim terbangnya.

Bareng Syifa Kumala & Prita Yani (Host Jejak Petualang Trans 7)


Ulung Putri (Host Jejak Petualang) & Aji Rachmat (Ketua SIOUX)

Suasana Upacara Pembukaan

Setelah upacara pembukaan, dilanjutkan dengan kegitan pilihan. Kegiatan pilihan dipandu langsung oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Kegiatan Pengenalan Habitat Ular, dipandu kawan-kawan dari SIOUX (Lembaga Studi Ular Indonesia) yang dipimpin langsung Mas Aji Rachmat. Kegiatan Jurnalistik Alam Bebas dipandu oleh Mas Roy Genggam dengan Keluarga Cemara berbagi tips di fotografi di alam bebas, Eiger Adventure Service Team yang membangun kawasan survival sebagai tempat berlatih bertahan hidup di alam. Begitu juga teman-teman Tree Climbers Organizations yang menggelar pengetahuan tanaman obat dan tim dari RIMPALA yang menemani peserta untuk intepretasi hutan, tim JP community dengan ramah mengajak para keluarga bermain main di lokasi dalam Keluarga Petualang, serta tim B2W dan Polygon yang menelusuri jalur bersepeda ke Situ Patengang....semua lengkap hadir dan bersemangat...Kesempatan untuk berinteraksi tidak dilewatkan begitu saja oleh para peserta dengan narasumber yang profesional ini...

Di kebun Strawberry dan sekitar areal base camp

Nggak ketinggalan rombongan keluarga Indonesia Bertindak, teman teman dari WWF, Walhi, Greeners Magazine, Jakarta Green Monster, Green Map serta Greenpeace yang berbagi isu konservasi serta cinta Indonesia-nya ke peserta. Kolaborasi Petualang dan kalangan konservatoris harus terus menerus di fasilitasi ke depan....

Masih di sekitar areal base camp

Pengenalan Habitat Ular

- Gimana sih cara beda'in ular berbisa dan nggak ?
- Benar nggak ya ular takut sama garam ?
- Kalau kegigit ular gimana tindakan kita ?
dan banyak lagi pertanyaan sambung menyambung dari para peserta kegiatan Penanganan Ular di Jambore Petualang Indonesia hari Sabtu tanggal 8 Agustus 2009 lalu di Bumi Perkemahan Ranca Upas, Ciwidey, Bandung... heboh, rame, seru dan cukup atraktif ...

Penjelasan panjang lebar diberikan oleh berbagai narasumber antara lain disampaikan oleh Aji Rachmat yang menjabat sebagai Ketua SIOUX dan juga salah satu pendiri SIOUX dan kawan-kawannya seperti Ihya Ul Ulum, Anugerah Bermani, Jabrik dan Irene Hasti Dwijayanti Putri.

Kegiatan Pilihan : Habitat Ular

Biologi ular menjadi materi utama dan pertama sebagai pembuka pengetahuan untuk menjadi bekal dasar mengenal ular Indonesia. Satu ular yaitu ular tanah yang sangat berbisa (bisanya satu tingkat di bawah Kobra) digunakan sabagai contoh real biologi ular, mulai dari bentuk kepala, gigitan, badan, sisik, bahkan hingga jenis kelamin dan karakteristik gerakan ular. Pertanyaan seputar biologi ular dan mitosnya di masyarakat mulai gencar di ajukan oleh peserta. Benar nggak sih ular takut ama garam...???

Acara dilanjutkan dengan trekking ke dalam hutan Ranca Upas, untuk terjun langsung mencari tanda-tanda habitat ular. Di tengah perjalanan kembali diadakan penjelasan mengenai penanganan gigitan ular. Tips untuk membedakan ular berbisa tinggi atau rendah juga ditekankan di sini. Ketertarikan peserta cukup tinggi saat sesi tanya jawab dibuka. Jatah waktu yang dikasih sie acara gak cukup untuk menampung tembakan pertanyaan dari peserta. Penjelasan penanganan gigitan dimulai, salah satu instruktur yang telah merasakan gigitan ular berbagi pengalaman.




Setelah puas di dalam hutan, kami kembali ke bumi perkemahan Ranca Upas. Di sini penjelasan mengenai ular dilanjutkan berurutan dari kelompok taksonominya. Mulai dari yang ular primitif hingga yang berbisa tinggi. Satu persatu ular yang sengaja dibawa diperkenalkan kepada forum. Mulai dari ular tanah, piton, elapid seperti welang, kobra, king kobra hingga ular pucuk. Setiap ular yang dikenalkan meliputi nama latin, makanan, habitat, tingkat bisa, tipe gigi dan ciri ciri umum lainnya...Oh ya...di sini Anky Prita Heryani Aditya dan Syifa Kumala (Host Jejak Petualang ) bergabung bersama kami dan melakukan praktek handling ular hingga praktek digigit ular. Peserta juga diberi kesempatan tuk memegang ular secara langsung.

Yang seru saat dikeluarkan ular Kobra dan King Kobra dan dilepas melewati kaki para peserta, meski baru berukuran 3 meter, ular king kobra menunjukkan karakter agresif yang mematikan. Dengan menjelaskan karakter, kelebihan dan kekurangan ular king kobra, para peserta juga disuguhi beberapa atraksi penanganan ular king kobra secara aman.

Tak berapa lama, kobra pun mulai di handling tanpa alat. Satu persatu dengan tetap di awasi oleh tim SIOUX, para peserta melakukan uji latih handling kobra hingga teknik pengamanannya. Begitu juga dengan ular piton, ular yang masih liar dan ganas sepanjang tiga meter, dengan sedikit koreksi dan arahan yang tepat, tiap peserta sudah berani handling ular piton dengan benar.

Malam Petualang

Suasana Malam Petualang bersama
Syifa Kumala, Riyani Djangkaru dan Peluru.com


Kang Bongkeng dan Herry Macan

Malam hari diadakan acara Malam Petualang dan ”DUGEM” Duduk gembira. Para tamu yang hadir... Kang Heri Macan - Ketua Yayasan Survival Indonesia, Kang Bongkeng - anggota Wanadri yang juga sesepuh EAST, host legendaris kita Riyanni Djangkaru, host Jejak Petualang Syifa Kumala serta host petualang liar Ulung Putri serta crew Jejak Petualang Trans7 yang meliput acara ini. Acara di pandu oleh kawan-kawan dari Peluru.Com


Minggu

Penghijauan

Minggu Pagi di Ranca Upas

Siap-siap menanam pohon eucalyptus

Seribu bibit eucalyptus sudah disiapkan oleh panitia untuk ditanam di lokasi sebelah atas danau Ranca Upas di lereng Gunung Patuha. Tiba di lokasi penghijauan langsung melaksanakan penanaman pohon di pandu oleh Duta One Man One Tree. Setelah kegiatan penghijauan dilanjutkan dengan Fun Games dengan hadiah menarik dari Eiger. Setelah itu acara di tutup.

Mudah-mudahan bisa jadi eucalyptus besar...
Aneka macam Fun Games

Kolam air hangat dan kolam air dingin

Sebelum pulang, kami sempatkan dulu untuk bermain-main di Situ Patengang dan Kawah Putih...


Situ Patengang

Kawah Putih

Gambar Lainnya.....







-->
  • CO2 in Atmosphere



    Followers