Showing posts with label Bandung. Show all posts
Showing posts with label Bandung. Show all posts
EARTH HOUR, BUKTI CINTA PADA BUMI
"Saatnya beraksi !!! Mari ubah dunia dalam satu jam. Dengan sebuah aksi kecil kita dapat membawa suatu perubahan besar."

Earth Hour - Proudly Committed
Mari ubah dunia dengan satu jam tanpa listrik, itulah konsep yang diusung inisiatif perubahan iklim global WWF Earth Hours. Melalui Earth Hour, setiap individu diajarkan bahwa upaya peduli lingkungan dapat bermula dari sebuah langkah sederhana dengan mematikan lampu selama satu jam. Setiap tahun, menjelang bulan Maret mungkin kita sering mendengar atau membaca tentang EARTH HOUR. Lalu apa sih EARTH HOUR itu sendiri?

Apa itu EARTH HOUR ?

Gagasan Earth Hour berawal dari kampanye kolaborasi sebuah organisasi nirlaba World Wildlife Fund (WWF) bersama berbagai media di Australia. Semua sudah kenal dengan WWF kan? Itu lho sebuah organisasi konservasi terbesar di dunia yang terkenal dengan logo Pandanya. Ide pertama yang muncul adalah mengajak penduduk Sydney Australia untuk mematikan lampu yang tidak penting selama 1 jam dengan tujuan mengurangi efek gas rumah kaca di kota tersebut sebanyak 5%.

Kabar tentang keberhasilan Earth Hour perdana (tahun 2007) di Australia itu kemudian terdengar di seluruh dunia, sehingga menarik banyak negara lain untuk kemudian turut serta dalam Earth Hour 2008. Mereka mengajak individu, praktisi bisnis, pemerintah, dan sektor publik lainnya di seluruh dunia untuk mematikan lampu dan perangkat listrik lainnya selama 60 menit dalam waktu bersamaan serempak diseluruh dunia.



Dalam peringatan Earth Hour tahun 2008, tercatat lebih dari 30 negara turut berpartisipasi. Dan hingga tahun 2010, terdapat total 128 negara yang turut serta dan berpartisipasi dalam kegiatan Earth Hour serta menyelenggarakannya secara serempak. Indonesia menjadi salah satu negara peserta yang turut beraksi dalam Earth Hour tersebut sejak tahun 2008.

Kapan EARTH HOUR tahun 2011 dilaksanakan ?

Keberhasilan kampanye ini diharapkan agar dapat diadopsi oleh masyarakat, komunitas, bisnis, serta pemerintah lain di seluruh dunia sehingga seluruh warga dunia dapat membantu menunjukkan bahwa sebuah aksi individu yang mudah sekalipun bila dilakukan secara massal akan membuat kehidupan kita di bumi menjadi lebih baik.

Earth Hour tahun ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 26 Maret 2011. Tetap dengan ide yang sama, mematikan lampu dan perangkat listrik di rumah selama 60 menit. Earth Hour juga mengajak seluruh penduduk dunia untuk mulai berfikir dan bertindak dalam menyelamatkan dunia.

Bagaimana di Indonesia ?

Lima kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogja, dan Bali turut serta dalam EARTH HOUR tahun 2010 kemarin. Bagi Jakarta, ini untuk kedua kalinya berpartisipasi dan ikut memadamkan lampu di lima ikon kota, yaitu Bundaran HI dengan air mancurnya, Monas dengan air mancur menarinya, Gedung Balaikota, Patung Pemuda serta Air Mancur Patung Arjuna Wiwaha. Dan untuk tahun ini kegiatan di Indonesia masih dipusatkan di Jakarta.

Kenapa Jakarta ?

Karena berdasarkan data konsumsi listrik tahun 2008, DKI Jakarta dan Tangerang mengkonsumsi sebesar 29.605 GWH atau 23% dari total konsumsi listrik Indonesia atau sama dengan 26,4 juta ton CO2 (Riset DJLPE 2004-2006 tentang emisi CO2 dari produksi listrik: 0,891/MWh)

Kenapa harus mematikan listrik?

Ya, kenapa mesti mati’in lampu? Ide mematikan lampu di Earth Hour bertujuan untuk mengurangi kadar pemanasan global yang salah satunya disumbang oleh penggunaan perangkat listrik sehari-hari yang ada di rumah kita. Selain itu, dengan mematikan listrik, diharapkan konsumsi energi listrik di seluruh dunia dapat sedikit ditekan sehingga menghemat energi yang ada di dunia.
Tepat sekali, dengan mematikan lampu-lampu dan alat elektronik yang tidak terpakai selama 1 jam, kita dapat memberikan kontribusi kepada penghematan listrik di Jakarta. Apabila 10% saja penduduk Jakarta berpartisipasi dalam EARTH HOUR, maka Jakarta dapat menghemat konsumsi listriknya sebesar 300MWh.

Semakin banyak yang berpartisipasi, maka semakin banyak penghematan yang didapat. Dan tahukah anda, dengan penghematan di atas, itu artinya setara dengan :
  1. Mematikan 1 pembangkit listrik 
  2. Menghemat 267,3 ton CO2
  3. Menghemat lebih dari 267 pohon (1 pohon mampu menyerap 1 ton CO2 dalam 20 tahun masa hidupnya) 
  4. Persediaan O2 untuk lebih dari 535 orang (1 pohon mampu memberikan O2 bagi 2 orang dalam 20 tahun masa hidupnya)
  5. Apabila (300MWh = 1.080.000MJ) X Rp 200/MJ = menghemat hingga Rp 216.600.000,-
Sebuah “usaha kecil” yang tentu “tidak kecil” bila dilaksanakan secara massal. Aksi kecil yang dapat membawa suatu perubahan besar. Semoga gerakan simbolis ini dapat berujung pada perubahan gaya hidup hemat energi dalam jangka panjang. Mari ubah dunia dalam satu jam

Saatnya beraksi! Tunjukkan apa yang akan dan sudah dilakukan sebagai bukti dukungan kita terhadap upaya memerangi perubahan iklim.

Nah, sekarang tahu kan kenapa setiap orang harus ikut mesukseskan EARTH HOUR 2011? Tunjukkan bahwa kamu peduli perubahan iklim. Masih ragu untuk ikut mematikan lampu selama 60 menit? Weleh..weleh..., apa susahnya sih untuk mematikan lampu sejenak, lagian hanya satu jam kok....!

Jambore Petualang Indonesia

Lokasi : Ranca Upas, Ciwidey, Bandung

Tanggal : 07-09 Agustus 2009



-->It's all about the nature...
It's all about some adventures...
and it's all about you....


Selamat Pagi Indonesia

Jumat

Jum'at senja, 7 Agustus 2009, empat buah sepeda motor dengan lima personel (Heru, Taten, Dhani, Santo dan Yoyok) bergerak pasti dari Cirebon menuju Bandung .... setelah diselingi istirahat untuk shalat magrib dan isya tak lupa juga makan, akhirnya rombongan sampai juga di Bandung. Upsss...ternyata itu belum selesai... tujuan kita sebenarnya adalah Ranca Upas, Ciwidey…(langsung terbayang kebun strawberry dengan buahnya yang ranum…..). Setelah isi bahan bakar di SPBU Kopo sambil nunggu Intan, perjalanan dilanjutkan.

Berbagai Atribut Jambore Petualang Indonesia

Setelah menembus kabut tebal dan dingin malam yang rasanya sampai menusuk ke dalam tulang di sepanjang perjalanan, akhirnya tiba juga di Bumi Perkemahan Ranca Upas pukul 23.45 WIB. Setelah proses registrasi selesai, Dhani, Heru dan Intan pamit pulang karena sudah dini hari (pukul 00.30 WIB). Terima kasih sobat sudah mau menemani ke Ranca Upas. Kami langsung buka base camp dan langsung istirahat. Namun kami baru benar-benar dapat istirahat setelah pukul 03.00 WIB.



Sabtu Pagi di Ranca Upas

Sabtu

Tepat pukul 09.00 WIB, Jambore Peualang Indonesia (JPI 3) dibuka. Semangat dan antusiasme semua partisipan sangat luar biasa. Para narasumber dan intepreter terlibat aktif mensukseskan acara ini. Tampak tim dari Bakosurtanal mengawasi Ranca Upas dari atas dengan tim terbangnya.

Bareng Syifa Kumala & Prita Yani (Host Jejak Petualang Trans 7)


Ulung Putri (Host Jejak Petualang) & Aji Rachmat (Ketua SIOUX)

Suasana Upacara Pembukaan

Setelah upacara pembukaan, dilanjutkan dengan kegitan pilihan. Kegiatan pilihan dipandu langsung oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya. Kegiatan Pengenalan Habitat Ular, dipandu kawan-kawan dari SIOUX (Lembaga Studi Ular Indonesia) yang dipimpin langsung Mas Aji Rachmat. Kegiatan Jurnalistik Alam Bebas dipandu oleh Mas Roy Genggam dengan Keluarga Cemara berbagi tips di fotografi di alam bebas, Eiger Adventure Service Team yang membangun kawasan survival sebagai tempat berlatih bertahan hidup di alam. Begitu juga teman-teman Tree Climbers Organizations yang menggelar pengetahuan tanaman obat dan tim dari RIMPALA yang menemani peserta untuk intepretasi hutan, tim JP community dengan ramah mengajak para keluarga bermain main di lokasi dalam Keluarga Petualang, serta tim B2W dan Polygon yang menelusuri jalur bersepeda ke Situ Patengang....semua lengkap hadir dan bersemangat...Kesempatan untuk berinteraksi tidak dilewatkan begitu saja oleh para peserta dengan narasumber yang profesional ini...

Di kebun Strawberry dan sekitar areal base camp

Nggak ketinggalan rombongan keluarga Indonesia Bertindak, teman teman dari WWF, Walhi, Greeners Magazine, Jakarta Green Monster, Green Map serta Greenpeace yang berbagi isu konservasi serta cinta Indonesia-nya ke peserta. Kolaborasi Petualang dan kalangan konservatoris harus terus menerus di fasilitasi ke depan....

Masih di sekitar areal base camp

Pengenalan Habitat Ular

- Gimana sih cara beda'in ular berbisa dan nggak ?
- Benar nggak ya ular takut sama garam ?
- Kalau kegigit ular gimana tindakan kita ?
dan banyak lagi pertanyaan sambung menyambung dari para peserta kegiatan Penanganan Ular di Jambore Petualang Indonesia hari Sabtu tanggal 8 Agustus 2009 lalu di Bumi Perkemahan Ranca Upas, Ciwidey, Bandung... heboh, rame, seru dan cukup atraktif ...

Penjelasan panjang lebar diberikan oleh berbagai narasumber antara lain disampaikan oleh Aji Rachmat yang menjabat sebagai Ketua SIOUX dan juga salah satu pendiri SIOUX dan kawan-kawannya seperti Ihya Ul Ulum, Anugerah Bermani, Jabrik dan Irene Hasti Dwijayanti Putri.

Kegiatan Pilihan : Habitat Ular

Biologi ular menjadi materi utama dan pertama sebagai pembuka pengetahuan untuk menjadi bekal dasar mengenal ular Indonesia. Satu ular yaitu ular tanah yang sangat berbisa (bisanya satu tingkat di bawah Kobra) digunakan sabagai contoh real biologi ular, mulai dari bentuk kepala, gigitan, badan, sisik, bahkan hingga jenis kelamin dan karakteristik gerakan ular. Pertanyaan seputar biologi ular dan mitosnya di masyarakat mulai gencar di ajukan oleh peserta. Benar nggak sih ular takut ama garam...???

Acara dilanjutkan dengan trekking ke dalam hutan Ranca Upas, untuk terjun langsung mencari tanda-tanda habitat ular. Di tengah perjalanan kembali diadakan penjelasan mengenai penanganan gigitan ular. Tips untuk membedakan ular berbisa tinggi atau rendah juga ditekankan di sini. Ketertarikan peserta cukup tinggi saat sesi tanya jawab dibuka. Jatah waktu yang dikasih sie acara gak cukup untuk menampung tembakan pertanyaan dari peserta. Penjelasan penanganan gigitan dimulai, salah satu instruktur yang telah merasakan gigitan ular berbagi pengalaman.




Setelah puas di dalam hutan, kami kembali ke bumi perkemahan Ranca Upas. Di sini penjelasan mengenai ular dilanjutkan berurutan dari kelompok taksonominya. Mulai dari yang ular primitif hingga yang berbisa tinggi. Satu persatu ular yang sengaja dibawa diperkenalkan kepada forum. Mulai dari ular tanah, piton, elapid seperti welang, kobra, king kobra hingga ular pucuk. Setiap ular yang dikenalkan meliputi nama latin, makanan, habitat, tingkat bisa, tipe gigi dan ciri ciri umum lainnya...Oh ya...di sini Anky Prita Heryani Aditya dan Syifa Kumala (Host Jejak Petualang ) bergabung bersama kami dan melakukan praktek handling ular hingga praktek digigit ular. Peserta juga diberi kesempatan tuk memegang ular secara langsung.

Yang seru saat dikeluarkan ular Kobra dan King Kobra dan dilepas melewati kaki para peserta, meski baru berukuran 3 meter, ular king kobra menunjukkan karakter agresif yang mematikan. Dengan menjelaskan karakter, kelebihan dan kekurangan ular king kobra, para peserta juga disuguhi beberapa atraksi penanganan ular king kobra secara aman.

Tak berapa lama, kobra pun mulai di handling tanpa alat. Satu persatu dengan tetap di awasi oleh tim SIOUX, para peserta melakukan uji latih handling kobra hingga teknik pengamanannya. Begitu juga dengan ular piton, ular yang masih liar dan ganas sepanjang tiga meter, dengan sedikit koreksi dan arahan yang tepat, tiap peserta sudah berani handling ular piton dengan benar.

Malam Petualang

Suasana Malam Petualang bersama
Syifa Kumala, Riyani Djangkaru dan Peluru.com


Kang Bongkeng dan Herry Macan

Malam hari diadakan acara Malam Petualang dan ”DUGEM” Duduk gembira. Para tamu yang hadir... Kang Heri Macan - Ketua Yayasan Survival Indonesia, Kang Bongkeng - anggota Wanadri yang juga sesepuh EAST, host legendaris kita Riyanni Djangkaru, host Jejak Petualang Syifa Kumala serta host petualang liar Ulung Putri serta crew Jejak Petualang Trans7 yang meliput acara ini. Acara di pandu oleh kawan-kawan dari Peluru.Com


Minggu

Penghijauan

Minggu Pagi di Ranca Upas

Siap-siap menanam pohon eucalyptus

Seribu bibit eucalyptus sudah disiapkan oleh panitia untuk ditanam di lokasi sebelah atas danau Ranca Upas di lereng Gunung Patuha. Tiba di lokasi penghijauan langsung melaksanakan penanaman pohon di pandu oleh Duta One Man One Tree. Setelah kegiatan penghijauan dilanjutkan dengan Fun Games dengan hadiah menarik dari Eiger. Setelah itu acara di tutup.

Mudah-mudahan bisa jadi eucalyptus besar...
Aneka macam Fun Games

Kolam air hangat dan kolam air dingin

Sebelum pulang, kami sempatkan dulu untuk bermain-main di Situ Patengang dan Kawah Putih...


Situ Patengang

Kawah Putih

Gambar Lainnya.....







-->
  • CO2 in Atmosphere



    Followers