Showing posts with label Kuman. Show all posts
Showing posts with label Kuman. Show all posts
Petuah Seorang Indian Kepada Anaknya
Anakku....
Tak seorang pun akan menolongmu di dunia ini
Maka jelajahilah puncak-puncak gunung itu, dan kembalilah
Hanya itu yang akan dapat membuatmu perkasa

Anakku...
Ketahuilah bahwa tak seorangpun di dunia ini yang dapat kau sebut sebagai sahabat sejati...
Tidak juga ayahmu, ibumu, bahkan saudara-saudaramu


Tanganmu adalah sahabatmu...
Kakimu adalah sahabatmu...
Rambutmu adalah sahabatmu...
Pandanganmu adalah sahabatmu...


Suatu kali kau harus menghadapi seseorang yang menganggapmu musuh.
Saat kau berhadapan dengan mereka, 

kau hanya perlu merasa berani berada tepat di depan wajahnya

Kau harus siap..

bahwa mungkin ia akan merasa sakit atau menang
Saat itu kau harus percayalah..

bahwa sesungguhnya keberanian bukanlah masalah menang atau kalah

Suatu kali pula kau akan berada di tengah mereka yang menderita.
Jangan pernah terlambat untuk membantu mereka...

melebihi dari segala kemampuan yang kau miliki

Kita tak pernah tahu, 

bahwa mungkin saja kemanapun kau pergi, 
alam akan mendengar mereka bercerita sebuah kisah tentang dirimu.

Oleh karena itu, aku berkata padamu....

"Pilihlah jalan terjal mendaki itu, tapi bukan jalan yang nyaman ini..."


Dari TNGP
("Petuah Seorang Indian kepada Anaknya" kutipan dari "Going to The Mountain")


.
Humor Ramadhan

Siang menjelang sore yang terik di bulan Ramadhan ini, sambil menahan lapar dan dahaga, seorang pendengar asyik mendengarkan suara penyiar Radio KuMan AIDS FM yang lembut mendayu...  Setelah menikmati beberapa buah lagu, kemudian ia pun menghubungi penyiar radio tersebut, lalu terjadilah percakapan sebagai berikut :


Pendengar : Hello Radio KuMan AIDS FM…?

Penyiar     : Betul, dengan siapa, dimana?

Pendengar : Saya Yoyok, boleh request nggak ?

Penyiar     : Oh boleh... mau request apa Mas ?

Pendengar : Tolong putarkan Adzan Maghrib Mbak!! Dah lapar nih..

Penyiar     :  #&*$% … κΰM∂ŋ  ∂iĐς...????
Lumpur Sidoarjo
Tak terasa, lima tahun sudah semburan Lumpur Sidoarjo berlangsung. Semburan Lumpur Lapindo pertama kali menyembur pada tanggal 29 Mei 2006 di Desa Renokenongo, Sidoarjo. Semburan yang telah berlangsung lima tahun itu telah menghancurkan perekonomian rakyat Porong, Jabon dan Tanggulangin. Selama itu pula, banyak persoalan yang belum tuntas. Mulai dari ganti rugi, hingga genangan lumpur yang semakin meluas. Bahkan hingga hari ini, warga yang menjadi korban, masih melakukan unjuk rasa meminta ganti rugi yang sampai saat ini terkatung-katung dan tidak jelas.

Semburan yang diduga terjadi karena adanya underground blowout dari Pemboran Sumur Eksplorasi Banjar Panji (BJP)-1 milik PT Lapindo Brantas Inc. (PT LBI) ini, telah menenggelamkan empat desa, yaitu Kedungbendo, Siring (Timur), Jatirejo (Timur) dan Renokenongo, serta menempatkan sembilan desa lainnya dalam zona bahaya. Lumpur yang keluar setiap harinya diperkirakan sekitar 5.000 hingga 50 ribu meter kubik perhari (setara dengan muatan penuh 690 truk peti kemas berukuran besar). Material semburan ditampung dalam tanggul dengan keliling sekira 23 km, tinggi hingga 6 meter dan menutupi area seluas sekitar 800 hektar. Di dalam tempat penampungan ini terdapat 232 titik bubble (seperti terlihat pada video di bawah ini saat kawan-kawan KuMan AIDS mampir di kawasan Lumpur Lapindo saat perjalanan pulang dari Kota Malang, beberapa tahun yang lalu).



Dengan tenggelamnya empat desa dan terusirnya puluhan ribu orang dari rumah mereka, bukan saja telah menimbulkan persoalan ekonomi, tetapi juga perpindahan karena terpaksa (forced migration) yang merupakan bencana kultural yang luar biasa, karena korban meninggalkan sejarah, cara hidup dan berinteraksi satu sama lain. Bencana lumpur juga mencerabut mereka secara paksa dari jejaring sosial tempat mereka selama ini mengidentifikasikan dirinya.

Karena runtuhnya pijakan sosial kultural bersama yang selama ini menyatukan mereka, korban Lumpur menjadi rapuh dan kehilangan kohesi sosial. Hilangnya sejarah, moda hidup dan interaksi sosial ini turut menjadi katalisator parahnya fragmentasi sosial yang akhir-akhir ini terjadi.

Saat ini jauh lebih penting menangani para korban, daripada berdebat soal pemicu yang tak ada kejelasan. Akhirnya kita hanya dapat berdoa, agar musibah Lumpur Sidoarjo ini dapat segera berakhir.
Earth Hour 2011

Mendaki Gunung (Part-2)

Makan
   
Kadang kita meremehkan sarapan pagi, karena malas atau ingin cepat-cepat jalan,  kadang kita memasak makanan pagi seadanya, cukup mie instant atau makan beberapa potong biskuit saja. Justru di pagil hariah kita harus makan besar, nasi dengan segala lauk pauknya jejalkan ke perut. Karena pagi disaat kita mulai melakukan pendakian kita butuh tenaga atau energi yang semuanya diperoleh dari karbohidrat (nasi, havermut, kentang, mie). Kalau makan seadanya, maka badan akan lemas dan kita tidak cukup kuat untuk mendaki. 

Makan besar kita  buat lagi ketika makan siang, untuk menggantikan energi yang habis terbakar selama pendakian setengah hari. Selama pendakian, daripada ngelamun jorok lebih baik ngemil. Cemilan bisa berupa permen, biskuit, pisang, dodol, gula merah, kacang-kacangan, coklat dan sebagainya. Makanan kecil ini mampu menambah energi dan semangat.

Bila malam tiba, maka waktu memasak lebih leluasa, kita bisa berkreasi  untuk memasak makan malam. Namun utamakan memasak makanan yang mengandung protein seperti ikan, ayam dan telur.  Protein ini dibutuhkan untuk mengganti sel-sel yang rusak akibat aktifitas pendakian seharian.
   
Malam hari kita tidak butuh tenaga  besar, karena selesai masak kita akan tidur, kecuali kalau memang mau ronda di gunung. Karena tidak butuh tenaga, maka kurangi makanan yang mengandung karbohidrat seperti nasi, kentang dan lain-lainya. Karena tubuh tak bergerak, karbohidrat yang tidak terbakar sehingga akan menjadi lemak. Kecuali memang kita memang punya perut melayu, belum makan, kalau tidak makan nasi, maka silahkan saja makan nasi sampai gembul. 
   
Melangkah

Berjalanlah perlahan dengan langkah pendek ketika menyusuri trek yang menanjak. Lebih baik jalan perlahan, sedikit istirahat dengan jarak tempuh yang panjang/jauh, daripada jalan cepat dengan jarak tempuh pendek dan berulangkali beristirahat. Berjalan perlahan, berguna untuk membiasakan otot dan jantung bekerja dengan stabil dan tidak mengagetkan. Kalau kita masih bisa ngobrol dengan temen seperjalanan kita, berarti kita berjalan dengan baik karena nafas tidak memburu. Berjalan cepat, bisa mengakibatkan otot jantung kaget dan otot kaki atau perut bisa kram.



Pilihlah jalan yang datar, lebih baik jalan memutar sedikit daripada memilih trek terjal mendaki. Selain lebih aman, juga tidak membuat kaget dan lelah otot kaki. Pilih pijakan kaki yang tidak tinggi. Memilih pijakan tinggi apalagi dengan menggunakan tangan untuk menarik badan kita memang akan cepat mencapai ketinggian, namun percayalah cara ini akan membuat tenaga anda cepat terkuras dan cepat lelah. Tidak masalah kalau anda mempunyai fisik prima dan sering berlatih, tenaga akan cepat pulih. Namun bagi yang tidak mempunyai fisik prima, akan lemas, tidak bertenaga, lama pulih dan bisa jadi pusing, mata berkunang-kunang dan kaki bisa kram.
   



Cermat memilih pijakan di tanah, hati-hati dengan akar yang keluar dari tanah atau menyilang di tengah trek, biasanya akar licin membuat kita tergelincir ketika di injak. Akar pohon, batu berlumut atau yang labil dan mudah bergeser lebih baik dihindari, tidak usah diinjak. Perhatikan dan konsentrasi penuh ketika meniti batang pohon, gesek-gesek dahulu telapak sepatu ke batu atau kayu untuk melepaskan tanah dan lumpur yang menempel, agar telapak tidak licin. Pastikan kayu yang akan kita injak atau kita raih kuat dan tidak rapuh atau mudah patah.
   
Kencangkan ikatan ransel di punggung, jangan sampai ransel bergoyang kekiri atau ke kanan yang hanya akan mengurangi keseimbangan ketika kita melangkah meniti sebatang kayu. Bebaskan kedua tangan dari barang apapun, kedua tangan nantinya akan kita gunakan untuk keseimbangan.
   
Pilih pijakan dengan benar di batang pohon, pastikan kita tidak menginjak bagian berlumut. Melangkahlah dengan tenang, tidak usah tergesa, konsentrasi penuh, perlahan namun pasti kita bergerak maju selangkah demi selangkah.
   
Ketika memanjat dinding tanah yang terjal, pilih tumpuan  dengan benar, kalau menginjak batu pastikan batu tersebut kuat dan tidak rapuh, kalau tidak ada batu, kita tendang-tendang tanah hingga berlobang sebagai pijakan.

Untuk pegangan hati-hati bila menggapai batang pohon, pastikan kuat dan tidak mudah tercabut akarnya. Jangan pegang tumbuhan berduri dan batang pohon mati, karena sebesar apapun batang pohon mati, kemungkinan besar rapuh dan mudah patah. Bila batang pohon atau batu tersebut dirasakan kuat, kita bisa mulai memanjat perlahan. 
   
Bermalam

Pilihlah tempat mendirikan tenda yang nyaman dan aman. Jangan diatas bebatuan tajam, jangan diatas tumbuhan duri, jangan di lokasi aliran air, jangan dibawah pohon besar yang mati, jangan di badan sungai, jangan merapat dinding batu atau tanah yang rapuh. Buatlah parit di sekeliling tenda untuk menghindari aliran air hujan  masuk tenda. Kencangkan kuat-kiat semua tali tenda, agar tenda berdiri kokoh dan dinding tenda tidak menampung air hujan.
   
Setelah tenda berdiri kokoh dan kuat, ganti semua pakain basah dengan pakaian kering. Sekarang silahkan masak memasak, kemudian tidur nyenyak, memulihkan tenaga untuk pendakian keesokan harinya. 
   
(selesai)


-->


Mendaki Gunung (Part-1)
Seringkali kita bingung saat akan mengadakan pendakian gunung. Perbekalan dan peralatan apa saja sih yang mesti kita bawa? Pada prinsipnya, semakin lengkap perbekalan dan peralatan yang kita bawa dalam ransel semakin baik. Artinya kita akan merasa nyaman dan aman selama mendaki gunung. Tidak akan kelaparan karena kekurangan makanan dan minuman, tidak akan kedinginan saat malam hari, dan di dalam tenda kita dapat tidur dengan nyenyak karena terhindar dari hujan lebat atau udara dingin yang menusuk tulang.

Perbekalan

Untuk mempermudah menyusun perlengkapan yang harus dibawa, kita bisa urutkan dari atas kepala seperti topi rimba atau balaklava untuk menghangatkan kepala, syal untuk menahan dingin pada bagian leher, untuk bagian badan kita bawa kaos, sweeter, raincoat / jaket, kaos tangan dan jam, sedangkan bagian pinggul ke bawah, celana panjang / pendek, celana dalam dan bagian kaki kaos kaki, sepatu dan sandal.

Jangan lupa juga bawa tenda untuk berteduh dari panas atau hujan dan agar kita dapat beristirahat dengan tenang. Agar kita bisa tidur dengan hangat kita bisa gunakan sleeping bag, jangan bawa selimut tebal yang hanya akan memberatkan dan menghabiskan ruang di ransel. Jangan lupa juga bawa matras,  agar sleeping bag tidak langsung bersentuhan dengan tanah yang dingin.
   
Karena d
i hutan atau gunung sudah pasti tidak ada rumah makan atau warung baso, maka segala kebutuhan makan dan minum harus kita bawa sendiri. Kalau perjalanan pendek kita tidak perlu bawa alat masak seperti kompor. Namun kalau perjalanan panjang 2-3 hari atau lebih, alangkah baiknya kalau kita bawa alat masak, agar kita bisa memasak dan meramu makanan  sesuai selera kita.
   
Perlengkapan lain yang wajib kita bawa adalah alat komunikasi seperti walkie talkie, hp gsm atau hp satellite, kemudian bawa GPS dan peta.  Alat ini berguna bila terjadi keadaan darurat, maka kita tetap bisa berhubungan dengan orang lain, menginformasikan kondisi dan keberadaan kita.
   



Namun, banyaknya barang yang kita bawa dalam ransel mengakibatkan konsekuensi lain, ransel menjadi berat dan akan membebani pendakian kita. Jadi bawalah ransel dan isinya sesuai kemampuan kita.  Karena ransel yang berat tidak hanya akan membebani kita, namun juga membuat gerak kita lambat dan tenaga cepat terkuras. Akibatnya kita akan lemas, banyak keluar keringat dan bisa mengakibatkan dehidrasi. Bagilah barang bawaan dengan rekan seperjalanan, jika kita bawa tenda, biar teman lain bawa alat masak.

Packing
   
Kita bisa menyeleksi ulang barang bawaan kita, meninggalkan atau mengurangi jumlah barang yang dirasa tidak penting seperti mengurangi pakaian cadangan, karena kita tidak akan sering berganti pakaian di gunung. Pakaian cadangan biasanya di gunakan bila pakaian kita basah. Jadi kalau hanya mendaki 2-3 hari, bawalah satu set pakaian cadangan yang terdiri, satu kaos, satu celana panjang/pendek,  dua  celana dalam. Jangan terlalu banyak membawa makanan dan minuman kaleng. Bawalah makanan yang dibungkus dalam kemasan plastik atau kertas. 



Taruh pelengkapan tidur kita, seperti sleeping bag, matras di bagian bawah ransel, karena peralatan tersebut paling akhir kita pakai. Kemudian taruh di atasnya peralatan masak, bahan makanan, dan yang paling atas adalah minuman dan makanan kecil agar mudah kita raih dan makan.
   
Kemudian letakan di bagian atas ransel raincoat agar ketika hujan mudah kita kenakan. Dan juga sweater dan satu potong pakaian kering. Ketika kita istirahat untuk makan siang, kita bisa mengganti pakaian basah dengan pakain kering,  kemudian kita pake sweater agar badan kita tetap hangat.
   
Hati-hati dengan barang bawaan berupa elektronik seperti jam, camera digital, camcorder, hp, walkman, radio, cd player dan lain dari hujan. Masukan dalam plastik kedap air semua peralatan ini, kalau pelican brief case terlalu mahal, kita bisa memakai box lock and lock yang murahan namun kedap udara apalagi air.
   
Bila kita tidak ingin kehilangan momen selama pendakian, gantung camera digital atau camcorder di bahu kita, atau di tempat yang mudah dijangkau, namun jangan lupa siapkan plastik untuk jaga-jaga kalau hujan turun.

Perjalanan

Ketika mendaki gunung pakailah sepatu. Lebih bagus lagi kalau sepatu khusus untuk mendaki gunung atau hiking, yang didisain melindungi kaki maksimal dengan telapak atau sol yang mampu menapak lebih baik di tanah. Sepatu juga melindungi kaki dari cedera karena terkilir atau dari benda tajam.  Memakai sandal gunung atau sandal jepit sangat beresiko, kaki tidak terlindung dari batu dan kayu tajam, licin dan tidak nyaman di telapak kaki. Sayangilah kakimu, karena dengan kaki yang sehat, kuat dan tidak sakitlah kita bisa menikmati gunung dengan segala keindahannya.

Kegiatan mendaki gunung adalah aktifitas yang berat, butuh tenaga dan konsentrasi tinggi untuk mengikuti kegiatan ini. Persiapkan badan dengan baik bila mau mendaki gunung. Berolah-raga beberapa minggu sebelum pendakian adalah persiapan terbaik, agar otot terlatih dan daya tahan badan kuat untuk  menghadapi deraan fisik yang melelahkan.



Selama air mudah didapat dalam pendakian, minumlah air sebanyak-banyaknya. Dalam keadaan normal saja manusia butuh minum 2-3 liter air sehari, apalagi ketika mendaki yang berat, pastinya harus lebih banyak. Karena beratnya aktifitas fisik pastinya banyak mengeluarkan keringat, maka kita harus gantikan, kalau tidak maka kepala pusing dan tubuh dehidrasi (keadan kekuarangan cairan). Kondisi ini akan melelahkan bagian organ tubuh lainnya dan kita akan jatuh sakit.  Resikonya bukan hanya teracam batalnya pendakian, namun mengancam jiwa pendaki yang sakit



-->


Bahaya Plastik, Pelajari Sebelum Terlambat

Kita kadang sayang untuk membuang dan memilih menggunakan kembali botol bekas air mineral yang kita beli. Biasanya botol kemasan itu tidak kita gunakan lagi setelah botolnya terlihat kusam dan bentuknya sudah tak beraturan. Kebiasaan mengisi ulang botol air mineral itu mungkin dilakukan oleh jutaan penduduk Indonesia. Apakah anda juga termasuk dalam kategori ini? Jika ia, sebaiknya segera hentikan, karena botol seperti itu hanya untuk sekali pakai.

Produk plastik yang dimaksud bukan hanya botol plastik air mineral yang banyak beredar di pasaran, tetapi juga plastik wadah makan, penutup makanan, hingga botol susu untuk buah hati kita. Plastik banyak dipergunakan karena ringan, tidak mudah pecah, dan murah. Akan tetapi plastik juga beresiko terhadap lingkungan dan kesehatan keluarga kita. Oleh karena itu kita harus mengerti plastik yang seperti apa yang aman untuk kita pakai.

Jika kita perhatikan, setiap kali kita membeli benda atau barang yang terbuat dari plastik, di pastikan akan ada kode yang tertera, biasanya kode ini di letakkan di
bagian bawah benda/barang tersebut. Simbol atau kode itu dikeluarkan oleh The Society of Plastic Industry sejak tahun 1988 di Amerika Serikat dan telah diadopsi oleh lembaga-lembaga yang mengembangkan sistem kode, seperti ISO (International Organization for Standardization).

Melalui kode tersebut kita bisa tahu apakah plastik tersebut aman atau berbahaya bagi kesehatan bila kita gunakan. Kode ini berbentuk seperti segitiga dengan tanda panah dan ada tulisan/kode di bawahnya. Dari tulisan itulah kita tahu jenis plastik yang kita gunakan, dengan contoh dan penjelasan sebagai berikut:

  • Kode 1 atau PET/PETE
Kode 1 atau PET/PETE (Polyethylene Terephthalate) direkomendasikan hanya sekali pakai. Biasanya banyak dipakai untuk botol kemasan air mineral, botol minyak goreng, jus, botol sambal, botol obat dan botol kosmetik. Kemasan dengan kode 01 umumnya bercirikan berwarna bening atau jernih (transparan), semakin lama isinya berada di dalam kemasan tersebut maka kandungan kimia yang terlarut semakin banyak pula, apalagi jika digunakan untuk menyimpan air hangat akan mengakibatkan lapisan polimer pada botol akan meleleh dan menghasilkan zat bernama Karsinogenik (jika dikonsumsi dalam waktu lama dapat menyebabkan kanker).
    Jika anda membeli air mineral di jalanan dan rasanya sudah berasa sesuatu (biasanya karena terlalu lama terkena panas matahari) lebih baik segera hentikan mengkonsumsinya. Ciri fisik plastik tipe PET adalah keras dan mengkilat, jika dibakar akan menimbulkan bau buah atau manis.
    • Kode 2 atau HDPE
    Plastik dengan kode 2 atau HDPE (High-density Polyethylene) direkomendasikan juga hanya sekali pakai. Biasanya digunakan untuk botol obat, jerigen pelumas, botol kosmetik dan lainnya. Ciri fisiknya berwarna putih susu, buram, terasa keras dan tidak mengkilat, jika dibakar akan berbau wax.

    Bahan plastik ini memang dapat mencegah terjadinya reaksi kimia dengan makanan/minuman yang dikemasnya, tetapi seiring waktu pelepasan senyawa antimoni trioksida dapat terus meningkat. Jadi lebih baik jangan digunakan terlalu lama / sering tipe plastik berkode 2 ini.
    • Kode 3 atau V
    Plastik dengan kode 3 atau V (Polyvinyl Chloride / PVC) merupakan zat yang paling berbahaya dan sulit didaur ulang, biasanya dipakai untuk selang air, pipa bangunan, mainan, taplak meja dari plastik, plastic pembungkus (cling wrap), botol shampo dan lain-lain. Ciri fisiknya lebih lunak dibanding plastik lainnya dan mengkilat, jika dibakar akan menimbulkan bau klorin. Jangan membungkus makanan yang panas dan berminyak dengan plastik tipe ini, karena berpotensi berbahaya untuk ginjal dan hati.

      
    • Kode 4 atau LDPE
    Plastik dengan kode 4 atau LDPE (Low-density Polyethylene), tipe plastik ini baik untuk menyimpan makanan. Ciri fisiknya lunak dan fleksible, jika dibakar akan menimbulkan bau wax, biasanya digunakan untuk kantong kresek, tutup plastik, plastik pembungkus daging baku, dan berbagai macam plastik tipis lainnya.

    • Kode 5 atau PP
    Plastik berkode 5 atau PP (Polypropylene atau Polypropene), adalah bahan terbaik untuk tempat makanan dan minuman. ciri fisiknya adalah mengkilat, transparan tetapi tidak jernih atau berawan. Biasanya digunakan untuk gelas plastik, tutup botol, botol susu, botol minuman, mainan anak, dan lain-lain. Jadi carilah produk plastik yang menggunakan kode 05 untuk menyimpan makanan atau minuman anda.

    • Kode 6 atau PS
    Plastik berkode 6 atau jenis PS (Polystyrene), jika makanan berminyak dipanaskan dalam wadah ini menghasilkan zat bernama styrene yang dapat berpindah ke dalam makanan, styrene juga bisa dihasilkan oleh asap rokok dan asap kendaraan, zat ini sangat berbahaya karena dapat menyebabkan kanker, menggangu kesehatan otak, mengganggu hormon estrogen pada wanita yg berakibat pada masalah reproduksi, menggangu pertumbuhan dan sistem syaraf. Bahan bertipe ini juga sulit didaur ulang.

    Biasanya digunakan untuk kotak CD, sendok dan garpu plastik, gelas plastik atau tempat makanan dari styrofoam dan tempat makanan plastik transparan. jangan sekali-kali menggunakan bahan ini untuk membungkus makanan yang panas. Bahan ini harus di hindari dan banyak negara bagian di Amerika sudah melarang pemakaian tempat makanan berbahan Styrofoam termasuk China.

    • Kode 7 atau Other (O)
    Plastik berkode 7 atau Other (O), dan jenis plastik lainnya selain dari nomor 1 – 6. Plastik tipe ini termasuk Polycarbonate yang mengandung Bisphenol-A yang berpotensi merusak system hormon juga berbahaya bagi tubuh. Tetapi ada juga bahan yang baik untuk lingkungan karena dapat diurai yang disebut bioplastik yang terbuat dari tepung jagung, kentang, atau tebu. Lebih baik hindari botol susu bayi atau alat makan untuk bayi yang menggunakan kode 7.

    Mengingat bahayanya yang terkandung dalam plastik, sudah saatnya kita harus bertindak bijak dalam penggunaan plastik, masih banyak sekali barang plastik yang tidak mencantumkan simbol-simbol ini, terutama barang plastik buatan lokal di Indonesia. Oleh karena itu, kalau anda ragu lebih baik tidak membeli. Kalaupun barang bersimbol lebih mahal, harga tersebut lebih berharga dibandingkan kesehatan keluarga kita.

    Pada akhirnya, hindari penggunaan plastik apapun di Microwave. Gunakan bahan keramik, gelas atau pyrex sebagai gantinya. Hindari juga membuang sampah plastik terutama yang mengandung Bisphenol-A sembarangan karena bahan tersebut pun bisa mencemari air tanah yang pada akhirnya pun bisa mencemari air minum banyak orang.

    Semoga informasi ini bermanfaat.


    Pakai LED TV, Benarkah Lebih Hemat Energi?

    Salah satu jargon yang selalu diusung oleh produsen TV yang menggunakan layar LED (light emitting diode) adalah soal hemat energi. Diklaim, LED TV merupakan jenis televisi yang paling hemat dibandingkan dengan televisi lain yang beredar saat ini, mulai TV tabung, plasma, maupun LCD (liquid crystal display). Benarkah demikian?

    Dilihat dari sudut pandang teknologinya, menurut ahli elektronika dari Pusat Penelitian Elektronika dan Telekomunikasi Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) Masyuri, teknologi TV LED memang jauh lebih hemat. "Penghematan dayanya bisa sangat signifikan," katanya.

    Jika dibandingkan dengan TV tabung, LED mampu menghemat daya
    hingga 50 persen. Sementara, jika dibandingkan dengan LCD TV, LED TV bisa menghemat daya 20-30 persen. Hal itu disebabkan LED TV menggunakan pencahayaan dari LED yang mengkonsumsi daya lebih rendah.

    Namun, Masyuri mengatakan bahwa konsumsi energi LED TV tidak bisa begitu saja dibandingkan secara mutlak. Tren yang berkembang di masyarakat seputar pemilihan ukuran televisi juga perlu dilihat. Sekarang, kalau orang membeli LED TV, mereka memang membeli yang berukuran besar.

    "Nah, sekarang dilihat kalau membeli LED TV ukuran 42 inci, ini kan konsumsi energinya hampir sama dengan TV tabung ukurang 14 inci, bahkan mungkin lebih. Jadi, LED TV ini bisa cuma perubahan tren orang saja dalam memilih televisi," lanjutnya.

    Selain itu, harga TV LED pun masih lebih mahal ketimbang televisi jenis lainnya. Namun, hal tersebut akan terbayar dengan kualitas gambar yang lebih cemerlang. Dengan LED, detail gambar bisa lebih bagus daripada jenis televisi lainnya.

    Masyuri menekankan, hal yang terpenting dalam memilih televisi adalah melihat informasi yang tertera di kemasan televisi, utamanya adalah soal daya yang dibutuhkan. Masyuri juga menekankan perlunya menggunakan televisi secara efektif, misalnya dengan mematikannya bila tak ditonton.

    Sumber
    KOMPAS.com

     
     
    EARTH HOUR, BUKTI CINTA PADA BUMI
    "Saatnya beraksi !!! Mari ubah dunia dalam satu jam. Dengan sebuah aksi kecil kita dapat membawa suatu perubahan besar."

    Earth Hour - Proudly Committed
    Mari ubah dunia dengan satu jam tanpa listrik, itulah konsep yang diusung inisiatif perubahan iklim global WWF Earth Hours. Melalui Earth Hour, setiap individu diajarkan bahwa upaya peduli lingkungan dapat bermula dari sebuah langkah sederhana dengan mematikan lampu selama satu jam. Setiap tahun, menjelang bulan Maret mungkin kita sering mendengar atau membaca tentang EARTH HOUR. Lalu apa sih EARTH HOUR itu sendiri?

    Apa itu EARTH HOUR ?

    Gagasan Earth Hour berawal dari kampanye kolaborasi sebuah organisasi nirlaba World Wildlife Fund (WWF) bersama berbagai media di Australia. Semua sudah kenal dengan WWF kan? Itu lho sebuah organisasi konservasi terbesar di dunia yang terkenal dengan logo Pandanya. Ide pertama yang muncul adalah mengajak penduduk Sydney Australia untuk mematikan lampu yang tidak penting selama 1 jam dengan tujuan mengurangi efek gas rumah kaca di kota tersebut sebanyak 5%.

    Kabar tentang keberhasilan Earth Hour perdana (tahun 2007) di Australia itu kemudian terdengar di seluruh dunia, sehingga menarik banyak negara lain untuk kemudian turut serta dalam Earth Hour 2008. Mereka mengajak individu, praktisi bisnis, pemerintah, dan sektor publik lainnya di seluruh dunia untuk mematikan lampu dan perangkat listrik lainnya selama 60 menit dalam waktu bersamaan serempak diseluruh dunia.



    Dalam peringatan Earth Hour tahun 2008, tercatat lebih dari 30 negara turut berpartisipasi. Dan hingga tahun 2010, terdapat total 128 negara yang turut serta dan berpartisipasi dalam kegiatan Earth Hour serta menyelenggarakannya secara serempak. Indonesia menjadi salah satu negara peserta yang turut beraksi dalam Earth Hour tersebut sejak tahun 2008.

    Kapan EARTH HOUR tahun 2011 dilaksanakan ?

    Keberhasilan kampanye ini diharapkan agar dapat diadopsi oleh masyarakat, komunitas, bisnis, serta pemerintah lain di seluruh dunia sehingga seluruh warga dunia dapat membantu menunjukkan bahwa sebuah aksi individu yang mudah sekalipun bila dilakukan secara massal akan membuat kehidupan kita di bumi menjadi lebih baik.

    Earth Hour tahun ini akan dilaksanakan pada hari Sabtu tanggal 26 Maret 2011. Tetap dengan ide yang sama, mematikan lampu dan perangkat listrik di rumah selama 60 menit. Earth Hour juga mengajak seluruh penduduk dunia untuk mulai berfikir dan bertindak dalam menyelamatkan dunia.

    Bagaimana di Indonesia ?

    Lima kota di Indonesia yaitu Jakarta, Bandung, Surabaya, Jogja, dan Bali turut serta dalam EARTH HOUR tahun 2010 kemarin. Bagi Jakarta, ini untuk kedua kalinya berpartisipasi dan ikut memadamkan lampu di lima ikon kota, yaitu Bundaran HI dengan air mancurnya, Monas dengan air mancur menarinya, Gedung Balaikota, Patung Pemuda serta Air Mancur Patung Arjuna Wiwaha. Dan untuk tahun ini kegiatan di Indonesia masih dipusatkan di Jakarta.

    Kenapa Jakarta ?

    Karena berdasarkan data konsumsi listrik tahun 2008, DKI Jakarta dan Tangerang mengkonsumsi sebesar 29.605 GWH atau 23% dari total konsumsi listrik Indonesia atau sama dengan 26,4 juta ton CO2 (Riset DJLPE 2004-2006 tentang emisi CO2 dari produksi listrik: 0,891/MWh)

    Kenapa harus mematikan listrik?

    Ya, kenapa mesti mati’in lampu? Ide mematikan lampu di Earth Hour bertujuan untuk mengurangi kadar pemanasan global yang salah satunya disumbang oleh penggunaan perangkat listrik sehari-hari yang ada di rumah kita. Selain itu, dengan mematikan listrik, diharapkan konsumsi energi listrik di seluruh dunia dapat sedikit ditekan sehingga menghemat energi yang ada di dunia.
    Tepat sekali, dengan mematikan lampu-lampu dan alat elektronik yang tidak terpakai selama 1 jam, kita dapat memberikan kontribusi kepada penghematan listrik di Jakarta. Apabila 10% saja penduduk Jakarta berpartisipasi dalam EARTH HOUR, maka Jakarta dapat menghemat konsumsi listriknya sebesar 300MWh.

    Semakin banyak yang berpartisipasi, maka semakin banyak penghematan yang didapat. Dan tahukah anda, dengan penghematan di atas, itu artinya setara dengan :
    1. Mematikan 1 pembangkit listrik 
    2. Menghemat 267,3 ton CO2
    3. Menghemat lebih dari 267 pohon (1 pohon mampu menyerap 1 ton CO2 dalam 20 tahun masa hidupnya) 
    4. Persediaan O2 untuk lebih dari 535 orang (1 pohon mampu memberikan O2 bagi 2 orang dalam 20 tahun masa hidupnya)
    5. Apabila (300MWh = 1.080.000MJ) X Rp 200/MJ = menghemat hingga Rp 216.600.000,-
    Sebuah “usaha kecil” yang tentu “tidak kecil” bila dilaksanakan secara massal. Aksi kecil yang dapat membawa suatu perubahan besar. Semoga gerakan simbolis ini dapat berujung pada perubahan gaya hidup hemat energi dalam jangka panjang. Mari ubah dunia dalam satu jam

    Saatnya beraksi! Tunjukkan apa yang akan dan sudah dilakukan sebagai bukti dukungan kita terhadap upaya memerangi perubahan iklim.

    Nah, sekarang tahu kan kenapa setiap orang harus ikut mesukseskan EARTH HOUR 2011? Tunjukkan bahwa kamu peduli perubahan iklim. Masih ragu untuk ikut mematikan lampu selama 60 menit? Weleh..weleh..., apa susahnya sih untuk mematikan lampu sejenak, lagian hanya satu jam kok....!

    Hari AIDS Sedunia Tahun 2010


    “ 170-210 ribu dari 220 juta jiwa penduduk Indonesia mengidap HIV/AIDS. Hingga kini, jumlah kematian akibat AIDS mencapai 5.500 jiwa. Hentikan penyebaran HIV / AIDS sekarang juga. ”
    Setiap tanggal 1 Desember, kita memperingati Hari AIDS Sedunia.  Hari itu diperingati untuk menumbuhkan kesadaran terhadap wabah AIDS di seluruh dunia yang disebabkan oleh penyebaran virus HIV. Konsep ini digagas pada saat Pertemuan Menteri Kesehatan Sedunia pada tahun 1988. Sejak saat itu, mulailah diperingati oleh pihak pemerintah, organisasi internasional dan yayasan amal di seluruh dunia.

    Tema

    Tema peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2010 telah ditetapkan secara internasional oleh PBB yaitu Universal Access  &  Human Right. Untuk Indonesia, tema tersebut  diterjemahkan menjadi Akses Universal dan Hak Asasi Manusia.

    Tema tersebut  mempunyai makna bahwa perlindungan hak asasi manusia adalah sesuatu yang fundamental dalam memerangi pandemi HIV dan AIDS secara global. Pengabaian pemenuhan hak asasi manusia akan memicu terjadinya penyebaran HIV yang tidak terkontrol dan akan menempatkan populasi kunci dalam kelompok yang terpinggirkan serta berpotensi meningkatkan mata rantai penularan. Dengan mempromosikan pemenuhan hak asasi manusia, maka orang yang terinfeksi HIV hidup bebas dari stigma dan diskriminasi sehingga jumlah infeksif baru akan  makin dapat ditekan karena semakin banyak mata rantai penularan HIV yang dapat diputus dan bisa dicegah.

    Sub Tema

    Berdasarkan tema internasional HAS 2010, maka sub-tema yang ditetapkan di Indonesia adalah  “Peningkatan hak dan akses pendidikan untuk semua, guna menekan laju epidemi HIV di Indonesia menuju tercapainya Tujuan Pembangunan Milenium (MDGs)”

    Slogan

    Slogan Peringatan Hari AIDS Sedunia Tahun 2010 yaitu  “STOP AIDS”, Tingkatkan Hak dan Akses Pendidikan untuk Semua”



    Semoga Tabah

    Keluarga Besar
    KUMAN AIDS
    Turut Berduka dan Berempati atas
    Berbagai Bencana yang Menimpa
    Bangsa Kita
    Semoga Kita Semua Tabah
    Menghadapinya
    Setelah banjir bandang melanda Wasior,lalu gempa diikuti tsunami menyusul di Kepulauan Mentawai, Sumatera Barat. Tak lama berselang Jakarta diguyur hujan deras yang diikuti banjir di berbagai titik yang mengakibatkan kesemrawutan lalulintas, dan terakhir Gunung Merapi meletus. Berbagai peristiwa ini membuat kita semua patut prihatin. Keluarga besar KUMAN AIDS juga sangat prihatin dan turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas banyaknya korban di berbagai bencana tersebut.
    Selain menelan banyak korban, bencana juga mengubah kehidupan banyak orang. Harta benda hilang sampai rumah hancur tak berbekas sehingga terpaksa harus mengungsi, sekolah anak-anak terganggu dan penyakit bisa bermunculan. Kehidupan di masa sulit akan semakin sulit bagi sebagian besar masyarakat. Jumlah 31 juta rakyat di bawah garis kemiskinan pun bisa kian bertambah dengan terjadinya berbagai bencana.
    Di balik itu, banyak hal yang perlu direnungkan oleh bangsa ini. Tragedi yang terus-menerus menimpa mungkin bukan lagi peringatan, melainkan azab dari pencipta alam semesta atas keserakahan para penguasa. Untuk itu mari kita instropeksi diri kita masing-masing dan segera kembali ke jalan-Nya.

    • CO2 in Atmosphere



      Followers