Assalamualaikum wr. Wb,
Saudara-Saudara yang saya hormati,
Kekayaan alam keanekaragaman hayati yang dilimpahkan Tuhan YME merupakan titipan kepada kita semua untuk dapat diwariskan kepada generasi yang akan datang, oleh sebab itu pemanfaatan hasil bumi serta pengelolaan lingkungan menjadi tanggung jawab kita semua yang tidak terbatas dalam wilayah administrasi suatu daerah bahkan suatu negara. Sehubungan dengan itu, himbauan untuk bersama-sama melestarikan lingkungan hidup perlu terus dikumandangkan.
menjaga kelestarian keanekaragaman hayati, maka dalam peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010, Indonesia mengusung tema "Keanekaragaman Hayati, Masa Depan Bumi Kita". Tema ini mengacu pada tema Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010 oleh United Nations Environment Programme yang akan diperingati di Kigali, Rwanda, yaitu "Many Species. One Planet. One Future" serta ditetapkannya tahun 2010 sebagai "Tahun Keanekaragaman Hayati internasional".
Saudara-saudara yang berbahagia,
Saudara-saudara yang berbahagia,
Indonesia dikaruniai kekayaan keanekaragaman hayati yang sangat tinggi dengan dimilikinya sekitar 90 tipe ekosistem, 40.000 spesies tumbuhan dan 300.000 spesies hewan. Dengan potensi keanekaragaman hayati yang melimpah merupakan potensi yang dapat dimanfaatkan bagi pembangunan ekonomi nasional dan peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Keanekaragaman hayati mempunyai peran penting bagi kehidupan umat manusia karena merupakan sumber penyediaan bahan pangan, sandang, papan, dan obat-obatan. Di samping itu, keanekaragaman hayati juga berfungsi sebagai penyedia sumber air, udara bersih dan bentang alam untuk pariwisata.
Nilai ekonomi yang cukup tinggi dari kekayaan keanekaragaman hayati di Indonesia menghasilkan devisa bagi sumber keuangan negara antara lain di sektor industri, pertanian, kehutanan dan kesehatan. Dari segi kegunaan, manfaat keanekaragaman hayati sangat besar untuk keperluan farmaseutika, biofarmaka, herbal, pangan, papan, maupun hias ornamental dan hobi serta penyedia jasa lingkungan. Peluang besar pada industri tanaman hias juga terbuka dengan adanya kecenderungan perubahan pasar dunia terhadap tanaman hias yang mulai beralih kepada tanaman tropis. Di samping itu ada potensi keanekaragaman hayati yang belum digali selama ini seperti keanekaragaman hayati bawah tanah (biodiversity below ground), untuk itu dalam memanfaatkannya perlu adanya penguasaan ilmu dan teknologi dengan melakukan berbagai penelitian dasar maupun terapan.
Dalam dua dasawarsa terakhir, terjadi pemanfaatan keanekaragaman hayati secara berlebihan sehingga mengancam tatanan dan fungsi ekosistem. Padahal keanekaragaman hayati merupakan unsur pembentuk kelestarian lingkungan hidup yang berfungsi sebagai penopang utama kelangsungan hidup dan kesejahteraan manusia. Demi tercapainya pembangunan yang berkelanjutan, maka pemerintah Indonesia telah meratifikasi Konvensi Keanekaragaman Hayati pada tahun 1994 yang memiliki tiga kegiatan utama, yaitu:
(1) Konservasi keanekaragaman hayati,
(2) Pemanfaatan secara lestari dari komponennya dan
(3) Pembagian keuntungan yang adil atas pemanfaatan sumber daya genetik.
Dalam kaitan ini, Indonesia masih ketinggalan dalam mematenkan keanekaragaman hayati dibanding dengan negara lain.
(1) Konservasi keanekaragaman hayati,
(2) Pemanfaatan secara lestari dari komponennya dan
(3) Pembagian keuntungan yang adil atas pemanfaatan sumber daya genetik.
Dalam kaitan ini, Indonesia masih ketinggalan dalam mematenkan keanekaragaman hayati dibanding dengan negara lain.
Saudara-saudara yang berbahagia,
Seperti pada tahun-tahun sebelumnya, peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia diselenggarakan dengan berbagai "gerakan lingkungan hidup". Kami mengajak semua pihak untuk berpartisipasi menjaga sumber daya alam Indonesia terutama keanekaragaman hayati Indonesia agar dapat bermanfaat secara berkelanjutan. Para Pimpinan Kepala Daerah dapat melakukan inventarisasi potensi keanekaragaman hayati, mengembangkan pengetahuan lokal tentang keanekaragaman hayati di daerah masing-masing. Di samping itu juga perlu untuk menginisiasi pemanfaatan jasa lingkungan antara lain untuk perlindungan keanekaragaman hayati dan pelestarian keindahan alam (landscape beauty preservation). Untuk itu, atas nama Pemerintah Indonesia, kami menyampaikan apresiasi yang tinggi kepada semua pihak baik itu pemerintah pusat, pemerintah daerah, dunia usaha, perguruan tinggi, maupun masyarakat yang telah melakukan berbagai kegiatan mendukung pelestarian lingkungan seperti melaksanakan kegiatan 3R (reuse, reduce, dan recycle), melakukan penelitian dan kajian ilmiah, upaya mitigasi dan adaptasi perubahan iklim, efisiensi penggunaan sumber daya alam, energi dan air serta kegiatan lainnya.
Demikian sambutan saya, terima kasih atas perhatian dan kepedulian Saudara-Saudara, mari kita bersama-sama selamatkan bumi kita.
Wassalamualaikum, wr. wb,
Jakarta, 5 Juni 2010
Menteri Negara Lingkungan Hidup,
Prof. Dr. Ir. Gusti Muhammad Hatta, MS
Pada tanggal 5 Juni nanti, kita akan memperingati Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day). Peringatan ini mulai dilakukan sejak PBB mengadakan Konferensi Lingkungan Hidup di Stockholm pada tahun 1977. Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia diselenggarakan di bawah kordinasi United Nations Environment Programme (UNEP), yang juga dibentuk oleh PBB pada tahun 1977.
Pada peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (World Environment Day) tahun 2010 ini, mengangkat tema “Many Species. One Planet. One Future” (Banyak Species. Satu Planet. Satu Masa Depan). Peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia 2010 akan dipusatkan di kota Kigali, ibu kota Rwanda, sebuah negara di Afrika Timur.
UNEP berencana menjadikan peringatan Hari Lingkungan Hidup Sedunia (WED) 2010 sebagai perayaan terbesar dalam merangsang kesadaran publik seluruh dunia akan pentingnya kelestarian lingkungan hidup.
Tema WED kali ini berhubungan dengan pencanangan tahun 2010 sebagai Tahun International Keanekaragaman Hayati (International Year of Biodiversity) dengan COP 10 Convention on Biological Diversity (CBD) di Nagoya, Jepang yang berlangsung pada 18-29 Oktober 2010.
”Many Species. One Planet. One Future” (Banyak Species. Satu Planet. Satu Masa Depan) yang merupakan tema WED 2010 diharapkan mampu mengajak seluruh dunia untuk melestarikan keragaman kehidupan di bumi. Memberikan kesadaran bahwa sebuah dunia tanpa keanekaragaman hayati adalah prospek yang sangat suram. Jutaan orang dan jutaan spesies berbagi bersama dalam satu planet yang sama, dan hanya dengan bersama-sama kita semua bisa menikmati masa depan yang lebih aman dan lebih makmur.
Tunggu apalagi, tidak ada salahnya kalau sekarang kita mulai menumbuhkan kesadaran akan pentingnya keragaman hayati karena hanya dengan berbagi bersama jutaan spesies lainnya dalam satu planet inilah kita akan mampu meraih masa depan yang lebih baik.
Referensi: www.unep.org/wed/2010/
" Menjadi Petualang Sahabat Bumi "
Event akbar berskala nasional ini akan di gelar pada hari Jum'at sampai dengan Minggu, tanggal 6 - 8 Agustus 2010 dengan mengambil lokasi di sebuah dusun kecil yang berada di ketinggian 1080 mdpl, di sisi Selatan Lereng Gunung Merapi bernama Dusun Kaliadem, Kepuh Harjo, Cangkringan Sleman, DIY. Sebuah kawasan sejuk berkabut yang asri, masuk dalam kawasan "Bahaya I Merapi" saat aktif dan sempat terhantam "Wedus Gembel" / Awan Panas Gunung Merapi beberapa tahun yang lalu, dan juga tak jauh dari Dusun Kinahrejo, tempat tinggal Mbah Maridjan sang Juru Kunci Gunung Merapi. Bazaar, pameran, pasar rakyat dan aktifitas seni budaya akan menyambut kita semua di kawasan ini, sekaligus mewarnai dinamika Jambore yang terintegrasi dengan kawasan wisata Lava Tour Merapi. Jambore kali ini akan memberi kesempatan bagi peserta untuk mendapatkan ilmu, wawasan, keterampilan dan persahabatan yang lebih beragam sesuai minat dan bidang yang diminatinya.
Sebutlah Kegiatan Wawasan Pilihan yang akan menggelar lebih dari 15 kegiatan pengetahuan dengan narasumber dan pendamping tingkat Daerah hingga Nasional yang bisa dipilih oleh peserta pada hari pertama setelah Upacara Pembukaan. Mulai dari Hypnoterapis, Fotografi, Jurnalistik, Simulasi Operasi SAR Gunung, Snake Handling, Tentang Hutan, BirdWatching, dan banyak lagi...
Atau sekitar 10 Kegiatan Petualang Pilihan yang di buka untuk memuaskan peserta untuk menyelami titik - titik petualangan yang menjadi lokasi "pelatihan" para pegiat alam di seputaran Daerah Istimewa Yogyakarta, kegiatan Petualang ini akan digelar satu hari penuh di hari kedua. Bahkan, untuk beberapa lokasi, peserta akan di giring menginap satu malam sebelumnya agar terpuaskan menikmati indahnya alam Indonesia di Jogjakarta. sebutlah Arung Jeram Progo, Trekking Lereng Selatan Merapi dengan beragam tema dan lintasan, Caving Gua Jomblang, Caving Gua Ceremai, Panjat Tebing Siung, Susur Pantai di Gunung Kidul, Susur Sungai, Orienteering dengan GPS, Jungle Survival, Soft Family Trekking dan sebagainya. Tapi maaf, tidak ada agenda pendakian ke puncak Merapi karena dari sisi selatan "ora enthuk tekan puncak" kata Mbah Maridjan (gak boleh sampai puncak).. selain jalur sulit dan terputus gara gara punggungan "geger boyo" (punggung buaya) runtuh saat erupsi Merapi lalu, jalur ini memang memutar lebih jauh kalau akan menuju puncak Garuda. sedangkan jika akan mendaki dari jalur Selo (sisi Utara Merapi) waktu dan teknis kan tak seirama dengan runtutan acara.
Hari ketiga kita akan berbaur dengan masyarakat Lereng Merapi. Menanam pohon, memperbaiki bangunan fisik, bermain dengan anak gunung, bazaar murah, pengobatan gratis, donor darah dan puluhan
Pendaftaran akan dibuka pada Tanggal 20 Mei 2010 secara
online. Terbuka untuk umum dan segala usia, individu dan atau juga keluarga. Setiap peserta akan membentuk team/regu/kelompok dengan jumlah anggota 3 (tiga) orang per team. Boleh bikin tenda, boleh pesan kamar homestay di penduduk sekitar atau bahkan hanya sekedar berkunjung melihat "wisata" jambore yang digelar.
kegiatan sosial lain yang akan menyadarkan kita tentang arti berbagi. Siangnya, kita kan bergerak ke NOL Kilometer Jogja di "Pleataran Museum Serangan Oemom Satu Maret" yang tak jauh dari Kraton Yogyakarta, Jambore Petualang 2010 akan di tutup dengan upacara bendera sekaligus memperingati 55 tahun Indonesia Merdeka. Dan para peserta di lepas dari titik ini untuk menikmati Jogja dan meresapi indahnya persahabatan yang kita jalin dengan atmosfir damai Kota Jogja Berhati Nyaman.
Dari Nol Kilometer Jogja, Kita Bangun Indonesia
Dukungan dan liputan oleh beragam media, dari TV Swasta berskala Nasional hingga media online, komunitas mailing list dan komunitas online lain dan juga melibatkan para agen Tour Travel untuk menghadirkan para petualang manca negara menjadikan Jambore ini cukup layak untuk dikenang sepanjang masa.
Pendaftaran akan dibuka pada Tanggal 20 Mei 2010 secara
online. Terbuka untuk umum dan segala usia, individu dan atau juga keluarga. Setiap peserta akan membentuk team/regu/kelompok dengan jumlah anggota 3 (tiga) orang per team. Boleh bikin tenda, boleh pesan kamar homestay di penduduk sekitar atau bahkan hanya sekedar berkunjung melihat "wisata" jambore yang digelar.Jadi ??? Catat hari dan tanggalnya dulu ya... hari Jum'at - Minggu, tanggal 6 - 8 Agustus 2010. Hitungan teknis jadwal bulan ramadhan akan jatuh di tanggal 10 atau 11 Agustus 2010. Jangan kemana mana lagi saat itu. Siapkan ambil cuti karena Jum'at tak libur, booking tiket dan siapkan tim anda untuk bersama ke Jogja.
Ketua Panitia
Jambore Petualang 2010
.


